TARAKAN - Kota Tarakan tercatat memiliki jumlah masjid dan mushola yang sangat memadai untuk menampung kebutuhan ibadah umat muslim.
Berdasarkan data yang dihimpun Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, total terdapat 315 rumah ibadah umat Islam yang tersebar di berbagai wilayah Tarakan, terbanyak di Kalimantan Utara (Kaltara).
"Total 315 tersebut terdiri dari 230 masjid dan 85 mushola. Data ini diperoleh dari SIMAS (Sistem Informasi Masjid), hasil verifikasi penyuluh agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) di lapangan," ujar Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam, Rabu (17/9).
Namun, ia mengaku ada perbedaan data antara SIMAS dan data di lapangan. Masih banyak masjid dan mushola yang belum mendaftar dan terverifikasi oleh SIMAS, sehingga seharusnya total keseluruhan masjid dan mushola di Tarakan bisa lebih dari angka tersebut.
"Artinya ada masjid dan mushola yang belum terdaftar secara resmi. Jadi, kalau mau dihitung sebenarnya lebih dari 315 unit,” jelasnya.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Kemenag Tarakan dalam hal pendataan masjid, dengan mendorong pengurus masjid untuk melengkapi data agar valid dan terintegrasi.
Meski begitu, dari sisi ketersediaan, Tarakan dinilai sudah sangat mencukupi. Hampir tidak ada daerah di Tarakan yang kekurangan masjid, semua merata dan tersebar di seluruh kelurahan, kecamatan hingga pelosok.
"Saya rasa sudah sangat banyak, hampir tidak ada daerah yang kekurangan masjid. Contohnya di Sebengkok saja, ada tiga masjid yang letaknya berdekatan sekali. Jadi masyarakat tidak kesulitan mencari tempat salat, malah bisa memilih masjid terdekat dari rumahnya," ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan ratusan masjid dan mushola ini mampu mengimbangi jumlah populasi umat muslim di Tarakan, sehingga tidak perlu khawatir akan kekurangan ketersediaan masjid.
“Dari sisi kuantitas, kita paling banyak di Kalimantan Utara. Jumlah ini sudah sangat memadai untuk umat muslim di Tarakan. Jadi, kalau soal ketersediaan rumah ibadah, kita sangat bersyukur,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, umat muslim di Tarakan dinilai tidak hanya terbantu dari sisi ketersediaan sarana ibadah, tetapi juga semakin mudah dalam melaksanakan aktivitas keagamaan sehari-hari.
"Ketersediaan masjid yang tersebar merata di berbagai wilayah Tarakan diharapkan mampu terus menjaga kekhidmatan ibadah sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat," tutupnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim