Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sub : Media Mainstream Masih Memiliki Trust yang kuat di mata masyarakat

Radar Tarakan • Jumat, 5 September 2025 | 16:25 WIB

 

Masih Diandalkan Masyarakat, Media mainstream Tidak Boleh Terpengaruh Gaya Medsos, FOTO:AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Masih Diandalkan Masyarakat, Media mainstream Tidak Boleh Terpengaruh Gaya Medsos, FOTO:AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Di era berkembangnya teknologi dan informasi membuat media sosial (Medsos) mengalami pertumbuhan cukup pesat dan mulai merambah pada penyedia informasi di jagat maya.

Sehingga saat ini medsos tampil sebagai kompetitor media mainstream sebagai alternatif pilihan masyarakat dalam mendapatkan perkembangan informasi.

Kendati demikian, tidak jarang media sosial informasi yang disajikan pada media sosial cenderung melenceng dari fakta bahkan merugikan pihak tertentu. Alhasil hingga saat ini kehadiran media sosial menjadi kontroversi.

Hal inilah yang menjadi perhatian khusus dalam pembahasan kelas daring JFC (Journalism Fellowship on Corporate Social Responsibility) yang dihantarkan narasumber salah satu wartawan senior, Jamalul Insan pada Kamis (4/9) pada materi bertajuk Memproduksi Berita/Konten Audio-Visual Jurnalistik di Era Digital yang dilaksanakan Tower Bersama Grup (TBIG) dan Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP).

"Sekarang ini peluang untuk menyampaikan informasi bukan berita kalau berita ada proses yang dilalui. Penyebaran informasi sangat terbuka. Kalau dulu, kalau mau update informasi kita mesti nunggu koran, televisi atau radio. Sekarang tinggal kita buka media sosial sudah ada," ujarnya.

"Sekarang kondisinya sudah berubah, sekarang semua orang bisa jadi reporter dadakan. Bahkan sekarang publik bisa mendikte Sajian informasi yang diberikan baik melalui kritik langsung ke komentar atau diberikan pertanyaan kepada pemilik
Saluran. Misalnya pemilik saluran bertanya kepada netizen besok kita angkat isu apa lagi yah, nah di sana publik berperan memberikan masukan," sambungnya.

Diungkapkannya, dengan perkembangan teknologi dan informasi saat ini mempermudah masyarakat dalam menentukan arus berita. Menurutnya hal tersebut dinilai cukup baik Dalam menciptakan kontrol bersama.

"Bahkan sekarang media stasiun TV, radio memiliki chanel di media sosial. Kalau dulu tidak, orang hanya menerima saja informasi setiap hari, apapun yang disajikan penonton menerima saja. Sekarang publik memiliki lebih banyak pilihan. Bahkan dulu kalau kita protes atas pemberitaan misalnya di koran itu belum tentu dimuat juga. Kalau sekarang kita protes bisa langsung ke kolom komentar, " katanya.

Lanjutnya, hal tersebut juga dinilai tidak mengancam media mainstream atau media massa lantaran media mainstream memiliki gaya tersendiri.

Menurutnya saat ini media mainstream memiliki keunggulan tersendiri yakni kepercayaan masyarakat lantaran tetap mempertahankan validitas sesuai fakta di lapangan.

Sehingga saat ini media mainstream masih sangat diandalkan masyarakat dalam mengikuti perkembangan informasi.

"Sehingga untuk saat ini media mainstream dihadapkan pada ancaman dari menjamurnya media sosial. Tapi media mainstrem ini diuntungkan karena masih mendapatkan trust oleh masyarakat. Saya sering melihat beberapa contoh masyarakat tidak meyakini informasi yang disajikan di medsos sebelum melihatnya di media mainstream," urainya.

"Jadi ini yang menjadi modal kuat media mainstream untuk saat ini untuk tetap diandalkan masyarakat. Sekarang tugas media mainstream ialah mempertahankan kepercayaan itu, dengan tidak terpengaruh gaya media sosial seperti cepat-cepatan dan melanggar etik-etik lainnya. Media mainstream punya caranya dan tetap mengedepankan validitas informasi," katanya.

"Tidak apa-apa informasi itu duluan berkeliaran di media sosial, rltapi masyarakat tetap menunggu sajian di media mainstream untuk yakin bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi. Sehingga kita sebagai pers tidak boleh mudah terpengaruh dengan gaya media sosial. Kita media mainstream punya gaya tersendiri dan itu yang menjadi keunggulannya," pungkasnya.

Editor : Azwar Halim
#kaltara #media mainstream #masyarakat