Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Balapan Liar di Depan Stadion Datu Adil Tarakan, Tujuh Motor Diamankan Polisi

Eliazar Simon • Senin, 11 Agustus 2025 | 16:55 WIB
BALAP LIAR : Para pelajar yang diamankan usai menonton aksi balap liar di depan Stadion Datu Adil.FOTO: SAT SAMAPTA
BALAP LIAR : Para pelajar yang diamankan usai menonton aksi balap liar di depan Stadion Datu Adil.FOTO: SAT SAMAPTA

TARAKAN - Aksi balapan liar kembali meresahkan warga Tarakan berhasil dibebaskan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Satuan Samapta Polres Tarakan.

Balapan liat tersebut didapati terjadi di Jalan P. Sumatera, Kelurahan Pamusian, tepatnya di depan Stadion Datu Adil pada Minggu (10/8) dini hari. Petugas pun berhasil mengamankan tujuh unit sepeda motor.

Kapolres Tarakan melalui Kasat Samapta IPTU Imran Tawainella mengungkapkan, patroli tersebut dipimpinnya langsung setelah pihaknya menerima laporan masyarakat terkait adanya balapan liar yang dilakukan sejumlah remaja di lokasi tersebut.

“Itu hari Minggu dini hari, kami menerima telepon dari warga bahwa ada aktivitas balapan liar di depan stadion. Tim langsung bergerak, saya sendiri yang pimpin,” ujar IPTU Imran, Senin (11/8).

Dalam operasi tersebut, petugas tidak melakukan pengejaran secara paksa karena mempertimbangkan keselamatan pengendara dan petugas.

Namun, sebanyak tujuh unit motor berhasil diamankan, salah satunya diketahui digunakan langsung dalam aksi balapan liar.

“Satu motor memang digunakan untuk balapan, dan pengendaranya mengakui itu. Enam motor lainnya milik anak-anak yang ikut menonton, namun tetap kami amankan karena mereka juga bagian dari kerumunan tersebut,” jelasnya.

Menariknya, IPTU Imran menyebut bahwa motor yang digunakan tidak selalu kendaraan modifikasi. Banyak dari mereka menggunakan sepeda motor jenis matic seperti Honda Beat.

“Sekarang balapan tidak harus pakai motor yang dimodif. Matic juga dipakai. Mereka manfaatkan jalanan yang sudah sepi, sekitar jam 1 dini hari mereka mulai,” ungkapnya.

Pihak kepolisian juga mencatat bahwa mayoritas pelaku maupun penonton masih berstatus pelajar dengan usia rata-rata 16 tahun. Tidak satu pun dari mereka memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Rata-rata masih anak SMA. Hari Sabtu mereka libur, jadi biasanya mulai kumpul malam. Umurnya 16 tahun, tidak punya SIM,” imbuhnya.

Setelah diamankan, para remaja tersebut diberikan pembinaan di Mapolres Tarakan. Sementara itu, kendaraan diserahkan ke Satuan Lalu Lintas untuk proses hukum lebih lanjut.

“Kami tidak langsung pulangkan motornya. Enam motor diserahkan ke Rulintas untuk ditilang. Satu motor yang dipakai balapan kami tahan lebih lama karena dikhawatirkan akan digunakan kembali untuk aksi serupa,” tegas IPTU Imran.

Dalam kasus ini, polisi tidak menemukan adanya indikasi taruhan atau perjudian. Namun demikian, aksi ini tetap dinilai meresahkan dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pihak kepolisian juga belum memanggil orang tua para pelaku, mengingat sebagian besar hanya berstatus sebagai penonton. Namun demikian, identitas mereka telah dicatat sebagai langkah antisipasi jika terjadi pelanggaran serupa di kemudian hari.

“Malam itu belum kami panggil orang tua karena mereka hanya menonton. Tapi data mereka sudah kami catat. Jika terlibat lagi, tentu akan ditindak lebih tegas,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Stadion Datu Adil #balapan liar