TARAKAN – Rute penerbangan langsung antara Tarakan dan Yogyakarta resmi dibuka sejak Jumat (20/6). Maskapai Lion Air mengoperasikan rute baru ini dengan frekuensi empat kali seminggu, yakni setiap Jumat, Minggu, Senin, dan Rabu.
Penerbangan perdana Boeing 737 Next Generation berkapasitas 215 kursi tersebut terisi 179 penumpang atau hampir 90 persen.
Pembukaan rute baru ini disambut antusias, terutama karena diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Tarakan maupun Yogyakarta.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko, menegaskan pentingnya aksesibilitas sebagai salah satu kunci pengembangan destinasi wisata, selain amenitas dan atraksi.
“Dengan adanya direct flight ini, diharapkan semakin banyak wisatawan dari Kalimantan Utara yang datang ke Yogyakarta. Sebaliknya, wisatawan yang berlibur di Yogyakarta juga bisa mampir ke Tarakan,” ujar Wahyu.
Selain menambah jumlah kunjungan, penerbangan langsung ini diharapkan bisa menekan harga tiket pesawat yang selama ini dirasa mahal oleh masyarakat.
Wahyu juga mengajak Tarakan untuk berpartisipasi dalam acara Gelar Nusantara pada 7 Oktober mendatang di Tugu Malioboro, yang akan menampilkan ragam seni budaya dari seluruh Indonesia.
Ia menilai Tarakan punya potensi besar dengan keberadaan destinasi menarik di sekitarnya seperti Maratua, Nunukan, dan Malinau yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan dari Yogyakarta.
“Kota Yogyakarta tahun lalu berhasil mencatat 11 juta kunjungan wisatawan. Dengan adanya rute direct flight ini, kami berharap geliat pariwisata di Tarakan dan Yogyakarta semakin meningkat,” kata Wahyu.
Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul, menyampaikan rute ini sangat tepat mengingat tingginya frekuensi perjalanan masyarakat Tarakan ke Yogyakarta, terutama untuk urusan pendidikan dan bisnis.
“Banyak warga Tarakan sekolah di Yogyakarta. Jadi rute ini memang sangat dibutuhkan,” kata Khairul.
Ia menambahkan, rute ini juga berpotensi membuka akses wisata lebih luas, mengingat Tarakan menjadi hub penghubung wilayah sekitar seperti Bulungan, Malinau, dan Berau dengan destinasi wisata seperti Maratua.
Khairul berharap rute Tarakan–Makassar yang pernah dibuka juga bisa kembali beroperasi, mengingat tingginya permintaan penerbangan langsung tersebut.
“Sering susah dapat tiket mendadak, harus pesan jauh-jauh hari. Ini tanda kalau rute-rute tersebut memang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Dari segi ekonomi, tingginya tingkat hunian hotel dan kesulitan mendapatkan tiket pesawat, bahkan di luar musim liburan, menunjukkan aktivitas ekonomi Tarakan sedang kuat.
Dengan adanya rute penerbangan langsung ini, diharapkan mobilitas warga dan pertumbuhan pariwisata di Tarakan terus meningkat.
“Tarakan jadi pusat hiburan dan belanja bagi kabupaten sekitarnya pada akhir pekan. Bioskop, restoran cepat saji, dan pusat perbelanjaan hanya ada di sini,” pungkasnya. (zar)