TARAKAN - Adanya desakan dari kontingen atlet yang berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh - Sumut 2024 terkait pencairan bonus atlet yang mendapatkan prestasi, menimbulkan perhatian besar masyarakat.
Pasalnya hingga saat ini bonus tersebut tak kunjung diterima atlet perwakilan Kaltara. Sehingga hal tersebut membuat atlet mempertanyakan kejelasan bonus tersebut.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry menerangkan, jika saat ini pencairan bonus pada atlet yang berlaga di PON XXI Aceh-Sumut masih dalam proses.
Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu SK dari Biro Hukum untuk kemudian menjadi dasar Dispora menyalurkan dana hibah tersebut kepada Kontingen Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara.
"Terkait adanya pertanyaan official terkait perkembangan bonus, yang pertama saya memang baru (menjabat) beberapa minggu, tapi semua itu sudah berproses kami ajukan untuk verifikasi ke KONI menyangkut masalah dana hibah. Sekarang kita lagi proses di Biro Hukum untuk pencairannya," ujarnya, Senin (12/5).
"Kalau dari Biro Hukum itu sudah saya paraf, untuk protafnya, kemudian nanti ke asisten 1 kemudian ke Sekda, baru ditandatangani oleh pak gubernur. Kalau sudah di tandatangani. Kemudian kalau sudah dikeluarkan SKnya kemudian menjadi dasar kami (Dispora) membayar ke KONI. Setelah kami membayar ke KONI selanjutnya KONI yang menyalurkan terkait hadiah yang sudah ditetapkan," sambungnya.
Adapun untuk pembagian bonus pada cabang olahraga (cabor), ia menegaskan jika hal tersebut bersifat teknis yang menjadi ranah KONI Kaltara. Namun. Demikian, ia menguraikan jika Dispora Kaltara telah menganggarkan Rp 10 milliar untuk berbagai bonus kegiatan yang digelar KONI Kaltara.
"Kalau cabor dan atletnya saya tidak begitu hafal secara pasti karena kan saya juga masih baru menjabat sebagai Kadispora, tapi seingat saya untuk cabornya itu Barongsai, 1 emas, 1 perak. Kemudian menembak ada 1 emas. Cabor panahan juga alhmdulillah ada dapat emas. Mohon dikoreksi kalau ada yang keliru itu seingat saya sementara," katanya.
"Nah kalau untuk detail nominal bonus medali, itu lebih jelasnya di KONI Kaltara. Yang jelas total yang kami ajukan ke KONI itu Rp 10 miliar. Tapi Rp 10 miliar itu, bukan cuma untuk atlet saja, tapi ada beberapa kegiatan yang termasuk di dalam KONI itu sendiri. Jadi Rp Rp 10 milliar kami serahkan sebagai dana hibah," pungkasnya. (zac).
Editor : Azwar Halim