Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Belum Ada Lonjakan Penumpang Arus Mudik di Bandara Juwata Tarakan

Eliazar Simon • Rabu, 26 Maret 2025 | 20:49 WIB

 

BELUM SIGNIFIKAN: Hingga kemarin belum ada didapati lonjakan penumpang arus mudik di Bandara Juwata Tarakan.
BELUM SIGNIFIKAN: Hingga kemarin belum ada didapati lonjakan penumpang arus mudik di Bandara Juwata Tarakan.

TARAKAN – Lonjakan penumpang di Bandara Juwata Tarakan di momen arus mudik Hari Raya Idulfitri 1446 hijriah didapati belum mengalami kenaikan yang signifikan.

Ketua Posko Bandara Daverius Maarang mengatakan, perbandingan arus kedatangan dan keberangkatan antara tahun 2024 dan 2025 sejauh ini masih menunjukkan adanya penurunan.

Terkait data penumpang, pihaknya selalu menghimpunnya di malam hari setelah penerbangan terakhir dan akan diperbarui keesokan paginya.

"Di H-6 itu untuk jumlah penerbangan kedatangan di tahun sebelumnya tercatat sebanyak 24 penerbangan, sementara tahun ini hanya mencapai 17 penerbangan—turun sebesar 29,17 persen," katanya.

Ia menambahkan, untuk jumlah penumpang kedatangan juga mengalami penurunan, dari 890 orang pada 2024 menjadi 825 orang di tahun ini, atau menurun sebesar 7,30 persen.

"Tapi untuk kargo kedatangan justru meningkat 10,73 persen, dari 28,223 ton di tahun lalu menjadi 31,252 ton tahun ini," sebutnya.

Sementara untuk jumlah penerbangan keberangkatan di H-6 juga mengalami penurunan apabila dibandingkan dengan tahun lalu.

Yaitu dari 22 22 penerbangan pada 2024 menjadi hanya 17 penerbangan di 2025. Apabila dipresentakan mengalami penurunan sebesar 22,73 persen.

"Penurunan penumpang keberangkatan di H-6 lebih signifikan, mencapai 26,04 persen, yakni dari 1.536 orang pada 2024 menjadi 1.136 orang pada tahun ini," ungkapnya.

Kemudian untuk jumlah kargo keberangkatan juga turun tajam hingga 39,01 persen, dari 14,4 ton menjadi hanya 8,778 ton.

Ia menyampaikan bahwa puncak arus mudik ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan pada 28 Maret (H-3), sedangkan arus balik diprediksi mencapai puncaknya pada 6 April (H+5).

"Prediksi jumlah penumpang biasanya dihitung berdasarkan data pemesanan tiket yang terkonsolidasi di Jakarta. Hingga saat ini tidak ada kendala signifikan yang tercatat di posko," tuturnya.

Selamat ini terkait keterlambatan akibat cuaca buruk atau masalah teknis sejauh ini masih dapat teratasi dengan baik. Namun saat ini pihaknya mendapati ada satu pesawat yang dilakukan perbaikan di Bandara Juwata Tarakan.

"Itu masalahnya ada pada sistem kemudi. Tapi sudah dapati diatasi dan dari pihak maskapai langsung mendatangkan pesawat pengganti dari Makassar guna meneruskan penerbangan ke Balikpapan," imbuhnya.

Saat ini, pesawat yang mengalami kerusakan tersebut masih dalam proses perbaikan dan jadwal keberangkatan berikutnya sedang menunggu konfirmasi lebih lanjut.

"Tapi operasional keseluruhan di bandara tetap berjalan lancar karena Lion Group memiliki armada cadangan yang memadai," pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#lonjakan penumpang #arus mudik #bandara juwata