TARAKAN - Popularitas Pemadam Kebakaran (Damkar) semakin meningkat berkat aksi heroiknya dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, bahkan yang di luar kewenangannya.
Hal ini memicu seruan agar gaji petugas Damkar dinaikkan, karena mereka dianggap melayani masyarakat dengan tulus. Tidak jarang, masyarakat meminta bantuan Damkar untuk menangani masalah yang bukan merupakan tugas utama mereka.
Kepala Seksi dan Bidang Penyelamatan Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan, Irwan, menjelaskan bahwa tugas Damkar tidak hanya terbatas pada penanganan kebakaran saja.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, tugas Damkar meliputi pelayanan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain itu, tugas Damkar juga diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tugas Damkar tidak hanya terkait pemadaman api, tetapi juga mencakup pencegahan, pengendalian, penyelamatan, penanganan bahan berbahaya, inspeksi peralatan proteksi kebakaran, investigasi kejadian kebakaran, penyelamatan korban bencana, dan membantu dalam kecelakaan atau bencana lainnya, seperti gempa bumi atau banjir,” ujarnya, Selasa (25/3).
"Meski lebih dikenal sebagai petugas pemadam kebakaran, kami juga memiliki tugas operasional non-kebakaran yang berkaitan dengan persoalan sosial masyarakat, seperti operasi militer non-perang. Contohnya, kami membantu mengevakuasi hewan, memotong cincin yang menyebabkan pembengkakan, menyelamatkan anak-anak yang terjepit, dan masih banyak lagi,” sambungnya.
Irwan mengungkapkan bahwa meskipun aksi Damkar menjadi sorotan publik Indonesia, petugas Damkar Tarakan sudah memiliki banyak pengalaman unik jauh sebelum fenomena tersebut viral.
Salah satunya adalah kejadian empat tahun lalu saat pandemi COVID-19, ketika Damkar Tarakan diminta bantuan untuk menangani seseorang yang kerasukan di sebuah hotel.
"Fenomena ini sudah sering terjadi di sini, tetapi tidak banyak yang tahu bahwa jauh sebelum cerita viral ini, kami sudah mengalaminya. Misalnya, pernah ada telepon dari seorang resepsionis hotel sekitar pukul 1 malam yang meminta bantuan kami karena ada teman mereka yang kerasukan. Kami sempat bimbang apakah akan menangani hal tersebut atau tidak, tapi dengan rasa kemanusiaan, salah satu petugas kami yang memiliki kemampuan supranatural akhirnya berhasil menanganinya," katanya.
Selain itu, Irwan juga menceritakan kejadian lain yang cukup unik, yaitu ketika seorang remaja datang bersama ayahnya yang sudah lanjut usia. Remaja tersebut meminta bantuan Damkar untuk membujuk ayahnya agar mau minum obat.
"Setahun yang lalu, kami didatangi oleh seorang remaja bersama ayahnya yang sudah lanjut usia. Remaja itu meminta kami untuk membujuk ayahnya supaya mau minum obat. Dengan kesabaran dan komunikasi, akhirnya kami berhasil membuat sang ayah mau meminum obat tersebut," ujar Irwan.
Irwan menegaskan bahwa meskipun PMK Tarakan memiliki tugas non-kebakaran, tidak semua permasalahan dapat ditangani oleh Damkar. Namun, jika berkaitan dengan kemanusiaan, pihaknya akan selalu berusaha membantu masyarakat. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim