Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

30-an Tahun Berdiri, Inilah Sejarah Pasar Ramadan Markoni Tarakan

Wildan Ratar • Selasa, 11 Maret 2025 | 12:58 WIB
WILDAN/RADAR TARAKAN Ket Foto : Suasana berburu takjil di Pasar Ramadan Markoni, Kelurahan Pamusian.
WILDAN/RADAR TARAKAN Ket Foto : Suasana berburu takjil di Pasar Ramadan Markoni, Kelurahan Pamusian.

TARAKAN - Sejarah telah membuktikan eksistensi Pasar Ramadan Markoni dengan perannya yang terus menjadi pilihan utama masyarakat Tarakan berburu takjil untuk buka puasa.

Sekitar 30-an tahun Pasar Ramadan Markoni ramai pengunjung yang ingin membeli takjil berbuka puasa, di mana pasar ini buka hanya khusus setiap Ramadan tiba.

"Kira-kira sudah 30-an tahun, selalu ramai dan selalu ada tiap tahunnya," ujar Micko Tri Handoko, Sekretaris Kelurahan Pamusian, Tarakan, Senin (10/3).

Berbagai lika-liku juga pernah dirasakan pasar tahunan ini, salah satunya di tahun 2023, Pasar Ramadan Markoni sempat dimintai pemindahan lokasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan ke area sekitar Taman Oval Markoni, tidak di halaman Kantor Kelurahan Pamusian.

"Tahun 2023 sempat tidak diizinkan di halaman kantor kelurahan, entah kebijakan atau ingin mencoba hal baru, kami mengikuti arahan saat itu," lanjut Micko.

Namun, ide itu mendapat respon kurang sedap dari beberapa pedagang, karena saat penerapannya, terjadi pengurangan pengunjung secara signifikan.

Salah seorang pelaku usaha yang sering berdagang di Pasar Ramadan Markoni, Zulfa mengungkapkan, tahun tersebut memang terasa lebih sepi dibanding tahun-tahun lainnya.

"Tiba-tiba disuruh pindah dagangnya di wilayah taman oval, gak dapat izin di sini, mungkin karena masyarakat gak terbiasa jadinya sepi," tuturnya.

Dengan peninjauan tersebut, akhirnya Pasar Ramadan Markoni kembali diizinkan beroperasi kembali di halaman Kantor Kelurahan Pamusian, dan hingga saat ini masih menjadi ikon Pasar Ramadan di Kota Tarakan.

Micko menjelaskan, ada 55 stand yang disediakan oleh Tim Pelaksana, dalam hal ini Tim Pelaksananya adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Pamusian.

"Saat ini sudah diisi 90 persen pelaku usaha dari 55 stand yang disediakan, rata-rata penjual makanan dan minuman, di depan ada yang jual kembang api juga," terangnya.

Bertambahnya tahun membuat Pasar Ramadan Markoni juga semakin berkembang, salah satunya dengan pilihan takjil yang kian bervariasi di dalamnya, bahkan bisa dibilang unik.

Pasalnya tidak hanya menu takjil pada umumnya yang tersedia, seperti gorengan, kue basah dan kering. Ada juga penjual Sushi dan Dimsum, yang mana makanan tersebut asing sebagai sebuah hidangan berbuka puasa.

"Tahun ini kami tidak membatasi pelaku usaha untuk menjual makanan atau minuman apapun, selama halal, bersih, higenis dan layak tidak masalah," jelas micko.

Tentunya, Pasar Ramadan Markoni telah dikenal luas masyarakat sebagai ikonnya suasana Ramadan di Tarakan.

Pilihan takjil yang banyak dan enak, tempat yang luas hingga nilai sejarahnya membuat pasar ramadan ini masih eksis dan jadi pilihan utama masyarakat Tarakan. (*wld/)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #lpm #ramadan #pemkot