TARAKAN - Terkait isu dugaan korupsi pengoplosan pertamax menjadi pertalite yang dilakukan oleh petinggi PT Pertamina Patra Niaga beberapa waktu lalu. Sehingga membuat para pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) kecewa dan merasa dirugikan.
Adanya isu tersebut juga memberikan dampak pada konsumsi BBM masyarakat Kaltara, yang kini bergeser dari pengguna Pertamax kembali menggunakan Pertalite.
Ferdi Kurniawan - Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel mengatakan, walaupun di Tarakan tidak ada kompetitor, tetapi pola konsumsi masyarakat mulai bergeser kembali. Dimana yang tadinya sudah mulai nyaman menggunakan Pertamax, karena adanya isu ini, masyarakat kembali mengantri Pertalite.
"Tidak bisa kita pungkiri, ada sedikit pengurangan untuk BBM non subsidi," ujarnya kepada Radar Tarakan, Jumat (7/3).
Lanjut Ferdi, secara rata-rata sebelum adanya isu ini, kebutuhan BBM bisa mencapai 8 ton per hari, sekarang hanya berkisaran sekitar 5 ton bahkan bisa kurang.
"Namun kita bisa bangun kembali, karna pola pikir masyarakat disini, tidak pre sensitif, selama memang produknya masih ada. Di Pastikan pertamax ini tetap laku," ungkapnya.
Upaya yang dilakukan Pertamina untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di wilayah Kaltara yaitu, dengan melakukan strategi promo-promo. Terutama promo dengan penggunaan Aplikasi My Pertamina.
"Jadi kita mendorong masyarakat ini untuk melakukan transaksi secara cashless, menggunakan Aplikasi My Pertamina," ucapnya.
Dimana nantinya promo - promo ini kemungkinan bisa kita adakan.Supaya masyarakat tertarik untuk beralih lagi ke pertamax. Karena disatu sisi BBM jenis pertalite dan solar, sudah dituntut menggunakan barcode.
"Jadi memang terbatas, belum lagi nantinya kalau barcode ini dikunci untuk kendaraan tertentu saja," katanya.
Petamina mengajak masyarakat untuk menggunakan pendaftaran barcode sebagai pendataan. Tetapi jika kedepannya pemerintah pusat mengunci kendaraan tertentu saja yang menggunakan barcode.
"Pasti kita juga harus mempersiapkan BBM non subsidi sebagai subsitusinya," ujarnya.
Dirinya menegaskan untuk masyarakat Kota Tarakan pada umumnya Kaltara. Jangan khawatir, tidak ada oplosan untuk kebutuhan BBM. "Di Kaltara saya jamin tidak ada oplosan dan kekurangan," tutupnya. (*nkh/)
Editor : Azwar Halim