TARAKAN - Sebanyak 13 sekolah di Tarakan mulai menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (17/2). Total 3.243 siswa dari 13 sekolah di kecamatan Tarakan Utara yang mendapat jatah pertama pada program pemerintah pusat ini.
Program ini dilaksanakan oleh Yayasan Hidup Berbagi Kasih melalui jalur mitra. “Program MBG ini ada 3 kategori yang diberikan tim pelaksana, yaitu jalur khusus, pemerintah daerah dan mitra,” ujar Jackson Situmorang, Ketua Yayasan Hidup Berbagi Kasih.
Menu yang tersaji di program MBG ini meliputi, Nasi, ayam goreng, sayur dan buah semangka. Tidak ada minuman susu yang sering diwacanakan dalam program ini.
Baca Juga: Bustan Tegaskan Akan Kembali ke Pemprov Tarakan
“Kami hanya mitra yang mendukung program pemerintah, jadi kami pake modal sendiri karena belum ada anggaran yang turun, dan anggaran kami cukupnya segitu makanya tidak ada susu,” Jelas Jackson.
Dirinya juga menjelaskan program ini melibatkan ahli gizi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penentuan menu makanan.
"Ada 3 ahli gizi yang diutus BGN ke sini untuk meninjau menu, jumlah kalori, protein dan lain-lain," sambungnya.
Antusias siswa SMA Negeri 3 Tarakan menyambut program MBG ini juga terbilang positif dengan berbagai komentar baik yang disampaikan mereka.
Baca Juga: Sterilisasi Tengkayu I Tarakan Berjalan Lancar, Dishub Kaltara Sebut Pengguna Jasa Taat
Salah seorang siswa bernama James mengatakan, makanan yang diberikan rasanya sudah enak. “Rasanya terbilang enak sih, porsinya juga pas, gak kayak yang di sosial media katanya porsi dan rasanya kurang,” ujarnya.
Seorang siswa lain bernama Agtini juga menjelaskan makanan yang disajikan enak, namun sayang tidak ada susu seperti yang dijanjikan pemerintah.
"Dari segi rasa enak, porsinya untuk saya bahkan kelebihan, mungkin karena saya terbiasa makan dikit, sayangnya gak ada susu, saya kira ada," bebernya.
Baca Juga: Perkara Tindak Pidana Perikanan Libatkan WNA, JPU Hadirkan 6 Orang Saksi di Tarakan
Secara keseluruhan, program MBG yang baru dilaksanakan di Tarakan ini sudah mendapat respon positif dari kalangan siswa, meskipun masih ada beberapa kekurangan di dalamnya.
“Kendala dan kekurangan itu pasti ada, apalagi diawal memulai program, terkhusus ini masih tanpa anggaran dari pusat, saya berharap masyarakat dan siswa dapat memaklumi,” pungkas Jackson. (*wld/)
Editor : Azwar Halim