Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ini Penjelasan Pihak Sekolah SDN 024 Tarakan Atas Pemukulan yang Dialami MI

Eliazar Simon • Selasa, 5 November 2024 | 15:31 WIB

 

ELIAZAR/RADAR TARAKAN BERIKAN PENJELASAN : Kepala SDN 024 Tarakan memberikan penjelasan Terkait kejadian pemukulan yang dialami anak.
ELIAZAR/RADAR TARAKAN BERIKAN PENJELASAN : Kepala SDN 024 Tarakan memberikan penjelasan Terkait kejadian pemukulan yang dialami anak.

TARAKAN - Dari pihak sekolah tempat MI menempuh pendidikan yaitu SDN 024 Kota Tarakan, dari kejadian pemukulan yang dialami MI sudah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pihak sekolah.

Kepala SDN 024 Tarakan Siti Masitah saat dikonfirmasi mengatakan, terkait peristiwa pemukulan yang dialami oleh MI memang benar dan itu terjadi pada saat jam pelajaran berlangsung. Berdasarkan keterangan anak yang melakukan pemukulan, diduga terjadi karena adanya rebutan kursi.

"Kejadiannya spontan dan saat itu wali kelas sedang mengajar juga di dalam kelas. Bahkan tidak ada keributan juga di dalam kelas saat kejadian. Pelaku spontan memukul korban dan korban saat itu cuma diam," katanya.

Kemudian setelah korban menjalani perawatan intensif dan diduga dikarenakan adanya pemukulan, dari pihaknya sempat memanggil kedua orangtua siswa.

Saat itu kedua orangtua korban dan pelaku sepakat mediasi. Kemudian ada beberapa kesepakatan antar kedua belah pihak yang sudah disetujui

"Orangtua korban butuh bantuan biaya, dan orang tua pelaku siap membantu dengan catatan jika ada bukti pembayaran," katanya.

Kedua belah pihak juga sepakat bahwa apabila orangtua korban ingin meminta bantuan, tidak harus dilakukan dengan paksaan.

Pihak sekolah sendiri sempat mengunjungi korban beberapa kali saat dirawat di rumah sakit. Bahkan pada saat korban masuk rumah di bulan September lalu, ia mendapati MI sudah berada di Pediatric Intensive Care Unit (PICU).

"Saya sempat tanya-tanya ke dokternya karena ada tuntutan biaya dari pihak korban, padahal itu pakai BPJS," tuturnya.

Dari pihak sekolah sendiri juga sudah memberikan bantuan berupa uang tunai. Kemudian pihaknya juga mencari tahu terkait penyakit yang dialami MI, apakah dikarenakan pemukulan atau adanya penyakit lain.

"Dari asisten dokter itu katanya ada bawaan penyakit jadi bukan karena pemukulan itu. Mungkin penyakitnya baru muncul pas ada pemukulan itu," bebernya.

Terkait semua kejadian tersebut, dari pihak sekolah tidak pernah menutupi fakta yang ada. Bahkan ia sendiri sudah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan Kota Tarakan bahkan meminta bantuan ke Baznas Tarakan.

"Sudah saya sampaikan ke Dinas Pendidikan, karena disana ada Satgas. Semua sudah saya temui dan laporkan," tutupnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #SDN 024 Kota Tarakan #pemukulan