TARAKAN - Sejak dilakukan pengawasan di alur pelayaran Muara Binai beberapa waktu lalu, didapati saat ini sudah tidak ada laporan insiden di alur pelayaran Muara Binai.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) beberapa menerima laporan insiden di alur pelayaran Muara Binai lantaran adanya tugu atau bagan yang didirikan pelaku usaha di alur pelayaran.
Sub Koordinator Pengawasan DKP Kaltara, Azis mengatakan, sudah tak ada laporan yang diterima pihaknya setelah rutin dilakukan pengawasan di alur pelayaran Muara Binai.
"Untuk pemantauan dan pengawasan sudah kita lakukan tiga kali bersama Polairud, KSOP dan perusahaan terkait," ujarnya.
Ia melanjutkan, adanya laporan insiden di Muara Binai didapatkan pihaknya pada tabun lalu. Saat itu terjadi insiden yaitu kapal milik salah satu perusahaan yang beroperasi disekitar Muara Binai, menabrak bagan atau tugu.
Dari kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan beberapa upaya, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. "Kita berusaha agar tidak ada lagi tugu yang berdiri di situ," imbuhnya.
Kemudian pihaknya juga akan mulai menertibkan pendirian tugu atau bagan. Apalagi DKP Kaltara memiliki kewenangan untuk mengatur perizinan bagi pelaku usaha dalam pemanfaatan ruang laut.
Sejauh ini masih banyak nelayan tugu yang belum melakukan pengurusan izin pemanfaatan ruang laut.
"Terkait hal tersebut sudah kita berkoordinasi dengan teman-teman dibidang, kalau budi daya ada seksinya sendiri, kami minta agar ada pendampingan ke pelaku usaha," beber Azis.
Kemudian pihaknya juga masih akan terus melakukan pengawasan untuk meminimalisir terjadinya insiden di Muara Binai.
Nanti akan ada tim yang turun memantau aktivitas perikanan di perairan tersebut. "Karena lini sektor dari nelayan tugu itu ada di kami. Jadi kamilah juga yang harus melakukan pendamping," imbuhnya.
Pihaknya mendapati di Muara Binai masih terdapat tugu sekitar 12 pondok. Maka dari itu pihaknya tak lagi merekomendasikan adanya tugu atau bagan yang berdiri di perairan tersebut sejak tahun lalu.
Baca Juga: Bertanding Sebelum Pembukaan, Barongsai Kaltara Target EmasApabila didapati masih ada maka pihaknya tetap mengimbau agar pelaku usaha dapat melakukan perizinan.
"Ada banyak sebenarnya, tapi hanya satu yang terlalu dekat dengan alur pelayaran jadi kalau ada kapal lewat agak sedikit terganggu," tutupnya. (zar/lim)
Editor : Azwar Halim