Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna mengatakan, selain angin dari timur, namun hujan pada waktu-waktu tertentu juga terjadi karena adanya awan yang terbentuk. "Untuk angin yang terbawa dari wilayah perairan Kalimantan bagian Timur menuju ke perairan Kalimantan Utara. Ketika pola angin Timuran maka kondisinya biasanya hujan lokal," jelasnya, Senin (13/11).
Ia menambahkan, kondisi tersebut pun akan membuat hujan yang turun dan terjadi di wilayah yang tidak merata. Hal tersebut diprediksi akan terjadi di beberapa wilayah di Kaltara. Diantaranya kecamatan di Kabupaten Nunukan juga Kabupaten Bulungan. "Saat akan hujan itu biasa di wilayah tersebut banyak tumbuh awan hujan ditambah dorongan angin dari Timur ke Barat," sebut Ida.
Selain hujan lokal, namun angin Timuran juga mempengaruhi kelembapan di permukaan. Kelembapan udara yang ditimbulkan cukup panas berkisar 90 persen. Kondisi udara juga cenderung labil sehingga berpotensi pertumbuhan awan-awan hujan.
Adapun untuk intensitas hujan yang ditimbulkan juga bervariasi. "Kalau wilayah Tarakan ini dampak angin Timuran hujannya cenderung pagi. Kalau wilayah Malinau biasanya siang hingga malam hari. Intensitas nya ringan hingga hujan petir," sebutnya.
Kemudian untuk suhu sendiri cenderung lebih dingin saat hujan yakni berkisar 27 hingga 28 derajat Celcius. "Biasanya kalau mau hujan itu suhunya naik. Kemudian diikuti dengan perubahan tekanan udara dan kelembapan udara. Lalu saat hujan suhu itu lebih dingin," tutupnya. (zar/lim) Editor : Azwar Halim