Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ciptakan Alat Pemisah Daging Buah dan Biji

Azwar Halim • Jumat, 21 Mei 2021 | 15:28 WIB
ciptakan-alat-pemisah-daging-buah-dan-biji
ciptakan-alat-pemisah-daging-buah-dan-biji

Mungkin sebelumnya kita pernah mendengar sosok pria kreatif yang berhasil memanfaatkan limbah sampah menjadi berbagai jenis bahan bakar, yakni Faizan Nur Eli. Inovasi temuan BBM dari limbah sampah kurang diminati. Namun, Faizan masih terus menciptakan terobosan lainnya.


PRIA kelahiran Surabaya 1962 ini, terus termotivasi dalam menciptakan terobosan dan alat baru untuk memudahkan aktivitas masyarakat. Apalagi berbagai terobosan temuannya telah digunakan masyarakat di sekitarnya meski belum dapat digunakan secara luas.


Di masa pandemi Covid-19, tentunya cukup memukul perekonomian. Mau tidak mau, harus ada cara pelaku UMKM tetap bertahan. Dari kondisi itulah Faizan mulai kembali dalam melanjutkan pengembangan salah satu alat ciptaannya yang berfungsi untuk pemisah biji dan daging pada buah.


Meski alat tersebut telah dibuat sejak 2 tahun silam, namun pada prosesnya Faizan harus membenahi kekurangan pada alatnya tersebut. Sehingga baru di tahun 2021 alat ciptaannya benar-benar rampung.


"Saya baru saja menyelesaikan alat pemisah biji dan daging pada buah. Sebenarnya alat ini sudah ada sejak 2019 lalu, tapi karena dalam prosesnya masih ditemukan kekurangan, sehingga saya terus melakukan inovasi terhadap alat ini. Jadi saya terus meng-upgrade jika menemukan adanya kekurangan sehingga sampai pada tahap akhir seperti ini," ujarnya, Kamis (20/5).


Ia menceritakan, sejak lesuhnya perekonomian di masa pandemi Covid-19, ia prihatin atas kondisi orang-orang sekitarnya khususnya pelaku usaha kecil. "Awalnya alat ini saya buat atas keprihatinan banyak pelaku usaha UKM yang kesulitan untuk memisahkan biji buah dan dagingnya. Sehingga saya menciptakan alat  memudahkan pelaku UKM dalam memproduksi kuliner jualannya," tuturnya.


"Karena apa, kalau pakai tangan cukup lama, saya buatlah alat ini untuk memudahkan pekerjaan. Menggunakannya juga praktis dan cepat. Alat ini memiliki dua fungsi, selain memisahkan biji buah dari dagingnya, alat ini juga dapat berfungsi sebagai blender yang bisa mengolah buah menjadi jus," lanjutnya.


Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan dunia permesinan, Faizan selama ini mampu menciptakan berbagai alat yangmemudahkan aktivitas masyarakat. Seperti mesin pengolah sampah menjadi BBM, pemisah serabut kelapa dan tempurung, alat pemisah biji buah dan isi serta masih banyak lagi.


"Terus terang saya tidak memiliki latar belakang atau pendidikan ilmu permesinan. Saya hanya belajar secara autodidak melihat dari masalah yang ada. Sehingga saya mencari  ide untuk memciptakan solusi untuk memudahkan pekerjaan," tukasnya.


"Saya tidak bisa meniru, alat ini dibuat atas inisiatif saya sendiri. Selain itu, sepertinya memang belum ada alat seperti ini. Sebenarnya saya cuma ingin bagaimana orang sekitar saya tidak merasa kesulitan dalam aktivitasnya. Terutama pelaku UKM di sekitar saya," tuturnya.


"Alat ini bisa memisahkan biji dan daging berbagai jenis buah berbiji. Seperti terap, sirsak, kurma, semangka dan lain-lain. Sebenarnya sudah beberapa orang yang mau memesan alat ini, cuma saya masih terus melakukan pengujian. Karena jangan sampai nanti, setelah digunakan 1 atau 2 hari alat ini sudah rusak. Makanya saya terus mengujinya untuk memastikan tidak ada kekurangannya lagi," tukasnya.


 


"Awalnya tahap pertama bodinya ini dari plastik tapi setelah diuji coba, ternyata beberapa menit setelah diputar bodinya pecah. Setalah itu saya mencari bagaimana supaya awet. Akhirnya saya mengganti bodinya dengan stainless. Kenapa stainles karena stainles tidak berkarat, sehingga mudah dibersihkan. Kalau dari besi atau plat mungkin dalam beberapa penggunaan bisa berkarat," jelasnya.


Setelah rampung, kini ia bersiap menyertakan alat temuannya dalam perlombaan inovasi dan kratifitas masyarakat se-Kaltara pada Juni mendatang. Dalam kompetisi sejenis ini, Faizan sudah tidak asing mengingat ia menjadi peserta langganan dalam kompetisi bahkan sampai ke tingkat nasional.


"Insyaallah awal juni alat ini saya ikutan lomba tingkat provinsi di Tanjung Selor nanti. Insyaallah, kalau dari juri layak ini layak dipatenkan maka saya akan patenkan," bebernya.


Sementara, salah satu pelaku UKM yang mengolah buah, Sushanti Mulyadi menuturkan jika dirinya sangat terbantu atas kehadiran alat tersebut. Sehingga dengan kehadiran alat tersebut membuat ia dapat memproduksi lebih banyak minuman dan makanan dari buah terap yang diolahnya.


"Sebagai pelaku UKM yang memanfaatkan buah terap, saya cukup terbantu atas kehadiran alat ini. Selama menggunakan alat ini, pekerjaan saya mengolah terap menjadi kue dan minuman menjadi lebih cepat dan praktis," tuturnya.


"Awalnya saya menggunakan blender biasa untuk mengolah buah terap, tapi itu sangat sulit karena saya harus melucuti daging dan buahnya satu persatu. Tapi dengan alat ini saya langsung memasukan buahnya, nanti alatnya sendiri yang memisahkan daging dan bijinya," lanjutnya.


"Pada intinya, memang alat ini sangat dibutuhkan untuk mengejar kualitas dan kuantitas produk saya. Karena kendalanya, bagi saya pelaku UKM yang memanfaatkan buah terap, kalau musim terap kan kita harus mengolah terapkan secepat mungkin, kalau saya mengolahnya pakai blender itu akan sangat lambat sekali dan buah terap akan busuk. Jadi memang alat ini sangat baik untuk mengolah buah dengan cepat," jelasnya. (*/zac/lim)


 


 


 

Editor : Azwar Halim