TARAKAN - Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih saja menimbulkan banjir di Tarakan. Seperti di Jalan Aki Balak, depan SDN 029 Tarakan Barat hingga depan Yonif Raider 613 Raja Alam. Selain itu, Jalan Mulawarman, Jalan Slamet Riyadi, dan sejumlah titik lain sudah menjadi langganan.
Banjir setinggi lutut itu pastinya menghambat produktivitas warga. Apalagi banjir yang posisinya pada jalan vital seperti Jalan Mulawarman dan Jalan Aki Balak.
Aldo (20), warga Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat misalnya. Sudah hafal, ketika hujan deras maka jalan-jalan itu tak mudah diakses. Untuk menghindari itu, harus mencari alternatif lain. Misalnya warga dari kota ingin ke Tarakan Utara, sebaiknya lewat Jalan Gunung Selatan.
Namun Aldo kerap kali khawatir, menerjang banjir sangat berisiko, apalagi jika tak mengetahui ada kubangan di dalamnya. “Kalau di Aki Balak itu harus hati-hati, bukan air saja, tapi lubang jalan. Bahaya kalau jatuh,” ujarnya.
Setiap hujan, kata dia, apa yang disiapkan pastinya ribet. Tidak hanya mantel. Juga harus siap sandal. “Ya, pandai-pandai atur waktu dan diri saja kalau saat hujan,” katanya.
Sementara itu, salah satu pengendara motor di kawasan Jalan Mulawarman, Khadijah (34) mengatakan bahwa dirinya berasal dari daerah Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Di Kota Tarakan ini, Khadijah belum mengetahui lokasi titik-titik banjir, sehingga menyulitkan dirinya ketika bertemu dengan banjir yang tingginya selutut orang dewasa.
“Takut lewatnya. Nanti motor saya mogok. Enggak tahu harus lewat jalan mana lagi kalau hujan begini, karena saya orang baru. Jadi tunggu surut sajalah banjirnya,” ucapnya.
Pagi kemarin, Khadijah berencana ke pasar sekadar membeli kebutuhan dapur. “Sebelumnya memang hujan, tapi enggak banjir. Ini kok banjir ya? Mungkin karena hujannya lama, jadi airnya tertampung banyak dan buat banjir,” tuturnya.
Khadijah mengharapkan agar pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan dapat memperhatikan kondisi jalan yang ada di Kota Tarakan. Apalagi saat pagi kondisi jalan di Tarakan dipadati kendaraan.
“Ya, harapannya pemerintah bisa turut memperhatikan keadaan yang seperti ini. Jalan Mulawarman ini bersih setiap hari, enggak menyangka kalau hujan bisa banjir tinggi begini,” ujarnya.
POHON TUMBANG
Hujan deras juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik. Di antaranya di Jalan Slamet Riyadi dan di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar.
Kejadian itu juga mengganggu lalu lintas. Rizki (27) salah seorang warga mengaku pukul 07.30 WITA pohon tumbang menutupi badan jalan. “Jadi kendaraan tidak bisa lewat, mau tidak mau orang harus putar,” ungkapnya, kemarin (15/12).
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Ir. Kajat Prasetio menuturkan jika pada pohon tumbang di dua titik lokasi. Meski demikian, pihaknya cukup kesulitan melakukan evakuasi. “Kami mendapat laporan beberapa kejadian tadi, tapi sekitar pukul 08.00 WITA kami telah selesai melakukan evakuasi pada semua pohon tumbang itu. Saat melakukan evakuasi kami juga dibantu warga sekitar jadi kami bisa melakukan pekerjaan dengan cepat. Yang dimonitor terjadi pada 2 titik yaitu di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Bhayangkara Pasir Putih,” tukasnya.
Walau demikian, tidak ada korban jiwa saat tumbangnya pohon. Lanjutnya, pada minggu ini pihaknya akan siaga mengingat hujan lebat diprediksi terjadi. Sehingga ia mngimbau masyarakat agar merespons cepat saat mengalami musibah.
“Dalam minggu ini kami akan terus siaga. Karena diprediksi hujan akan terus terjadi selama seminggu ini. Sehingga kami mengimbau warga yang tinggal di perbukitan atau yang rumahnya dekat pohon besar agar selalu waspada saat hujan. Untuk mendapatkan bantuan masyarakat menghubungi 112 jika mengalami musibah,” jelasnya.
Lanjutnya, pihaknya juga akan melakukan koordinasi kepada Badan SAR Nasional (Basarnas) dan dinas terkait untuk bersiaga untuk mewaspadai musibah yang datang. Hal tersebut dikarenakan banyaknya warga yang bermukim di daerah perbukitan sehingga pihaknya tidak berharap adanya kejadian yang tidak diinginkan saat hujan.
“Kami telah berkoordinasi kepada pihak Basarnas dan badan lain seperti TNI-Polri dalam mewaspadai kondisi alam. Karena banyak warga yang tinggal di perbukitan, kami tentunya tidak berharap adanya musibah yang terjadi di saat hujan turun. Sehingga kami tidak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar selalu waspada saat hujan turun,” jelasnya. (shy/*/zac/lim)
Editor : Muhammad Erwinsyah