TARAKAN - Terhitung sejak 1 Agustus 2019, PT Pelni mulai memberlakukan sistem layanan one man one seat pada pelayanan pelayaran kapal di seluruh Indonesia termasuk Kota Tarakan.
Kepala Pelni cabang Tarakan Haeru Rijal menjelaskan, program one man one seat diberlakukan karena banyaknya masukan dan dari masyarakat. Satu orang, satu tempat tidur atau one man one seat sudah disosialisasikan sejak beberapa bulan sebelum diberlakukannya sistem ini. Ia menjelaskan dengan kebijakan ini, seluruh kapal hanya akan mengangkut penumpang sesuai bed terpasang di kapal.
“Terhitung sejak 1 Agustus kami sudah memberlakukan sistem one man one seat. Ini berlaku di seluruh Indonesia. Sebelumnya kita masih jual tiket dengan sistem sesuai kapasitas penumpang dan dispensasi. Jadi makanya kadang ada 1 ditempati 2 atau 3 penumpang. Sekarang tidak lagi,” ujarnya kemarin (1/8).
Ia menerangkan, dengan berlakunya sistem ini pihaknya memastikan, tidak adanya kegiatan calo yang bisa merugikan penumpang seperti menjual tempat, menerapkan tarif charger, atau menyewakan kasur. Ia menegaskan dengan sistem ini penumpang wajib mendapatkan fasilitas tempat dan kasur dan tidak ada pungutan apa pun.
“Intinya, penumpang punya tiket berarti ada tempat. Kalau ada yang menjual tempat laporkan ke petugas di kapal. Tidak ada alasan menjual tempat kepada penumpang. Karena tempat itu memang sudah disediakan untuk penumpang,” tegasnya.
Ditambahkannya, meski telah memangkas kuota penumpang dan memberikan jaminan pelayanan lebih baik, namun ia menegaskan tidak ada perubahan pada harga tiket. Mengingat, harga tiket telah diatur pemerintah pusat. Sehingga, tidak akan berpengaruh pada situasi dan kondisi apa pun.
“Harga tidak berubah, harga tiket Pelni sudah diatur dengan pemerintah pusat. Jadi tidak akan berubah meski hari besar, hari biasa. Kalau belinya langsung di Pelni bukan di travel. Karena layanan Pelni ini kan fasilitas perjalanan laut bersubsidi,” ucapnya.
Ia menjelaskan saat ini Pelni memiliki 26 armada yang menyinggahi 83 pelabuhan di Indonesia dan dibantu dengan 46 trayek kapal perintis yang menyinggahi pada 305 pelabuhan. Untuk Kota Tarakan saat ini, ia menjelaskan jika terdapat 2 armada yang beroperasi yaitu KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang.
“Saat ini Pelni mengoperasikan 26 kapal trayek nusantara dengan 83 pelabuhan singgah melayani 1.239 ruas dengan total kapasitas angkut 33.608 pax atau seat per hari. Selain itu, Pelni melayani 46 trayek kapal perintis menyinggahi 305 pelabuhan, 4.620 ruas dengan kapasitas 13.961 pax per hari. Untuk Tarakan, ada dua aArmada yang melayani rute Tarakan kapal Lambelu dan Bukit Siguntang dengan jumlah rata-rata 700-an penumpang. Ditambah satu kapal perintis sabuk Nusantara 97 tiket,” tuturnya.
Terkait masalah kenyamanan pelayanan, ia menjelaskan jika pihaknya melakukan kerja sama dengan TNI Angkatan Laut yang berjaga guna mencegah adanya calo berkeliaran. Ia mengingatkan kepada penumpang agar segera melaporkan kepada petugas jika adanya permintaan biaya apapun saat menikmati fasilitas yang berada di kapal.
“Saya menegaskan kalau ada penumpang yang mengalami pemerasan oknum di atas kapal yang menjual tempat, jangan ragu untuk melaporkan. Karena di setiap perjalanan, kami bekerja sama dengan Marinir untuk memberi jaminan pelayanan kepada penumpang. Jadi ada 5 prajurit yang nanti keliling berpatroli. Bisa diadukan kepada petugasnya,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada calon penumpang agar kiranya dapat membeli tiket lebih awal. Hal itu dikarenakan, dengan membeli tiket lebih awal calon penumpang dapat menikmati tempat sesuai keinginan masing-masing. Selain itu, ia menegaskan jika saat ini pihaknya tidak lagi memberlakukan kelas pada tiket.
“Kami mengimbau ke masyarakat, beli tiket lebih awal untuk mendapat tempat sesuai selera. Sekarang tidak menggunakan kelas lagi. Semua sama,” pungkasnya. (*/zac/eza)
Editor : Azwar Halim