TIDENG PALE – Kehadiran mobil pemadam kebakaran (damkar) di Kodim 0914/Tana Tidung (TNT) dan Yonif TP 922/Untung Surapati (UP) mendapat sambutan positif dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Tana Tidung.
Keberadaan armada tersebut dinilai akan memperkuat respons penanganan kebakaran, terutama di wilayah yang masih minim fasilitas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Tana Tidung, Yusva Kusuma Jaya, mengatakan saat ini baru pos sub sektor Kecamatan Sesayap Hilir yang memiliki mobil damkar.
Sementara wilayah lain, termasuk Kecamatan Betayau, belum memiliki pos sub sektor pemadam kebakaran.
“Baru Sesayap Hilir yang punya mobil damkar. Apalagi di Betayau belum ada pos subsektor, dan anggota Damkarny, sehingga waktu respons petugas tentu membutuhkan waktu untuk menjangkau lokasi kejadian,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Yusva, keberadaan mobil damkar di Yonif TP 922/UP menjadi nilai tambah yang sangat penting dalam mendukung penanganan kebakaran di wilayah tersebut.
Dengan armada yang siaga di satuan TNI, respons awal terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu kedatangan petugas dari ibu kota kabupaten.
“Karena mereka sudah ada di lokasi wilayah itu, tidak perlu lagi menunggu kami datang. Teman-teman batalyon bisa langsung meluncur ke lokasi saat terjadi kebakaran,” katanya.
Ia menjelaskan, sinergi antara Disdamkarmat dan TNI juga telah diperkuat melalui pelatihan yang diberikan kepada personel Yonif TP 922/UP.
Pelatihan tersebut mencakup teknik dasar pemadaman kebakaran hingga tata cara penggunaan peralatan pemadam.
“Belum lama ini anggota Yonif 922/UP juga sudah kami latih untuk melakukan pemadaman dan cara penggunaan peralatan damkar,” ungkapnya.
Dengan dukungan armada dan personel yang telah dibekali kemampuan dasar pemadaman kebakaran,
Disdamkarmat optimistis upaya penanggulangan kebakaran di Kabupaten Tana Tidung akan semakin efektif.
Kehadiran mobil damkar di lingkungan TNI juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman kebakaran, khususnya di wilayah yang jauh dari pos pemadam kebakaran.(*)
Editor : Sophian Hadi