TIDENG PALE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tana Tidung mulai mempersiapkan langkah menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara 2026 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Malinau.
Meski hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal pelaksanaan, KONI tetap berpegang pada rencana awal yang menyebutkan Porprov Ii akan digelar pada September 2026.
Ketua KONI Tana Tidung, Hafid Padu, mengatakan pihaknya belum menerima surat resmi mengenai penundaan pelaksanaan Porprov dari KONI Provinsi Kalimantan Utara.
Karena itu, seluruh persiapan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah disusun.
"Kami sampai hari ini belum menerima surat resmi terkait pengunduran pelaksanaan Porprov. Jadi kami tetap mempersiapkan diri seolah-olah kegiatan itu dilaksanakan pada September," ujar Hafid, Jumat (19/6).
Sebagai langkah awal, KONI akan segera meminta seluruh cabang olahraga (cabor) melakukan seleksi atlet.
Seleksi tersebut menjadi dasar dalam menentukan atlet-atlet yang akan dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Tana Tidung.
"Dalam waktu dekat cabang olahraga akan melakukan seleksi atlet masing-masing. Setelah itu baru masuk ke tahapan pemusatan latihan atau training center (TC)," katanya.
Menurut Hafid, pemusatan latihan ditargetkan dimulai pada akhir Juli atau awal Agustus agar para atlet memiliki waktu persiapan yang cukup sebelum bertanding.
"Kami berharap atlet yang sudah lolos seleksi bisa menjalani pemusatan latihan sekitar dua bulan. Kalau memungkinkan akan kita karantina dan fokus berlatih menghadapi Porprov," jelasnya.
Terkait jumlah cabang olahraga yang akan diikuti, KONI menargetkan sebanyak mungkin dari 31 cabor yang saat ini telah terbentuk dan aktif di Kabupaten Tana Tidung.
Namun keputusan akhir tetap mempertimbangkan kesiapan organisasi masing-masing cabor, ketersediaan atlet, hingga kondisi anggaran daerah.
"Kita ingin sebanyak-banyaknya ikut. Tapi tentu harus melihat kesiapan masing-masing cabang olahraga dan kemampuan anggaran yang ada," ujarnya.
Pada Porprov 2022 di Bulungan, Tana Tidung mengirimkan sekitar 337 atlet yang berlaga pada 24 cabang olahraga.
Sementara pada Porprov mendatang, jumlah cabor yang berpotensi diikuti lebih banyak karena kini sudah terdapat 31 cabor yang terbentuk di daerah tersebut dari sekitar 42 cabor yang dipertandingkan.
Meski demikian, Hafid menegaskan bahwa setiap cabor harus menunjukkan keseriusan dalam pembinaan atlet serta pengelolaan organisasi. Cabor yang tidak aktif atau tidak memiliki kesiapan atlet berpeluang tidak diikutsertakan.
"Kita lihat nanti hasil seleksi dan kesiapan mereka. Jangan sampai kita memaksakan ikut tetapi tidak siap bertanding," tegasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang masih berlangsung, Hafid optimistis Pemerintah Kabupaten Tana Tidung tetap memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga.
Ia menilai Bupati Tana Tidung memiliki komitmen kuat untuk mendukung prestasi atlet daerah.
"Saya yakin Bapak Bupati tetap konsisten mendukung olahraga. Ini agenda empat tahunan, jadi kami akan terus mengawal agar kebutuhan atlet bisa tetap terpenuhi," katanya.
Hafid juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga untuk tidak terlalu memikirkan persoalan anggaran dan fokus pada pembinaan atlet.
"Tugas cabang olahraga adalah membina atlet dan meningkatkan prestasi. Soal penganggaran biar kami di KONI yang mengawal," ujarnya.
Dalam pemetaan kekuatan menuju Porprov, KONI menaruh harapan besar pada sejumlah cabang olahraga yang selama ini menjadi penyumbang medali bagi Tana Tidung.
Atletik yang berada di bawah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) menjadi salah satu andalan setelah berhasil menyumbangkan tujuh medali emas pada Porprov 2022.
Selain atletik, Hafid juga melihat perkembangan positif dari cabang panahan yang menunjukkan peningkatan prestasi dalam berbagai kejuaraan beberapa tahun terakhir.
"Panahan memang belum meraih emas pada Porprov 2022, hanya mendapat empat perak dan tiga perunggu. Tetapi perkembangannya sekarang cukup bagus dan berpotensi memberikan hasil lebih baik," ungkapnya.
Cabang olahraga lain yang diprediksi menyumbang medali antara lain pencak silat, karate, boxing, kempo, pentaque, woodball, tenis hingga futsal.
Menurut Hafid, sejumlah cabor tersebut masih menunjukkan tren prestasi yang menjanjikan berdasarkan hasil kejuaraan yang diikuti dalam beberapa tahun terakhir.
"Karate, boxing, kempo, sepak bola dan beberapa cabang lainnya masih saya yakini bisa memberikan medali untuk Tana Tidung. Tinggal bagaimana mereka mempersiapkan atlet dengan baik mulai sekarang," pungkasnya.(*)
Editor : Sopian Hadi