TIDENG PALE – Kepolisian Resor (Polres) Tana Tidung masih melakukan penyelidikan terkait kasus pencurian sebuah mobil truk yang terjadi sekitar sebulan lalu di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir
Kapolres Tana Tidung, AKBP Eko Nugroho mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan (lidik) karena polisi belum menemukan barang bukti maupun tersangka.
“Sudah sekitar tiga mingguan sampai sebulanan. Tapi tetap kita maksimalkan penanganannya, termasuk dibantu Resmob Polda,” ujar Eko Nugroho, Rabu (20/5).
Menurutnya, proses penanganan perkara belum dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan karena belum ada petunjuk kuat terkait pelaku maupun keberadaan kendaraan yang dicuri.
“Kalau laporan polisi itu belum ada tersangka dan barang bukti, belum bisa naik sidik. Jadi saat ini masih tahap lidik,” jelasnya.
Kapolres mengungkapkan, mobil tersebut diduga dibawa kabur pada malam hari.
Namun hingga kini polisi masih kesulitan melacak arah pelarian kendaraan karena minimnya sistem pengawasan CCTV di jalur-jalur utama.
“Ini kasus pertama, kalau barang besar seperti mobil sudah kabur, sementara jaringan CCTV kita masih kurang, tentu jadi kendala. Kita mau lidik melalui CCTV juga susah,” katanya.
Selain keterbatasan CCTV, polisi juga mengalami kesulitan memperoleh informasi dari masyarakat lantaran kendaraan bergerak cepat dan melintasi sejumlah titik yang minim pemantauan.
Ia berharap ke depan masyarakat, terutama pemilik toko dan usaha di pinggir jalan, dapat memasang CCTV tambahan demi membantu keamanan lingkungan.
“Saya mengimbau toko-toko memasang CCTV tambahan untuk keamanan masing-masing. Kalau ada kejadian pencurian kendaraan, kita bisa melihat alur kendaraan melalui CCTV di pinggir jalan,” ujarnya.
Dengan adanya rekaman CCTV, polisi akan lebih mudah menentukan arah pelarian kendaraan dan mempercepat proses pengungkapan kasus.
“Kalau ada CCTV kan bisa diketahui mobil jenis apa, lewat mana, dan larinya ke arah mana. Kalau tidak ada CCTV, kita benar-benar kesulitan karena jadi titik buta,” pungkasnya.(*)
Editor : Sopian Hadi