TIDENG PALE - Dinas Perhubunga. (Dishub) Tana Tidung mewacanakan membuka rute baru kapal feri dari Pelabuhan Juata Tarakan ke pelabuhan Tana Lia. .
Bahkan, program tersebut disebut mendapat dukungan dari pemerintah provinsi sebagai bagian dari penguatan konektivitas wilayah pesisir dan daerah terpencil dengan telah menerbitkan SK trayek tersebut.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tana Tidung M. Arief Prasetiawan menegaskan, trayek perintis tidak semata-mata berbicara soal keuntungan di awal operasional.
Menurutnya, tujuan utama transportasi perintis adalah membuka akses terlebih dahulu agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa tumbuh.
“Namanya trayek perintis, meski kapal berjalan kosong pun tidak masalah. Prinsip transportasi itu bukan melihat peluang dulu, tetapi menciptakan modanya dulu. Kalau aksesnya sudah ada dan rutin melayani, masyarakat nanti akan melihat peluang dan mulai berhitung,” ujarnya, Jumat (15/5).
Menurut Arief, selama ini muncul kekhawatiran bahwa keberadaan kapal feri dapat mematikan usaha transportasi masyarakat di Tana Lia.
Namun ia menilai kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya tepat, sebab sebagian besar kapal kayu pengangkut barang yang beroperasi saat ini mayoritas bukan milik warga lokal Tana Lia.
“Pengiriman barang memang banyak memakai kapal kayu, tetapi mayoritas bukan milik masyarakat Tana Lia. Jadi dampaknya terhadap pelaku usaha lokal sebenarnya tidak terlalu besar,” jelasnya.
Ia justru optimistis kehadiran kapal feri akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, terutama dalam menekan harga barang termasuk kebutuhan pokok di wilayah Tana Lia.
"Siapa tahu ada produk masyarakat lokal juga yang bisa dipasarkan ke Tarakan,.kan bisa lebih murah," ujarnya
Selama ini, distribusi barang dinilai cukup panjang dan memerlukan biaya tambahan karena harus melalui beberapa tahap bongkar muat.
Barang dari toko harus diangkut ke kapal, kemudian dibongkar kembali setibanya di tujuan sebelum dibawa ke toko menggunakan tenaga buruh tambahan.
“Kalau nanti menggunakan kapal feri, handling barang berubah. Dari toko langsung naik ke kapal lalu sampai langsung turun di depan toko di Tana Lia. Jadi biaya angkut dan bongkar muat bisa ditekan,” katanya.
Pihak Dinas Perhubungan juga telah melakukan survei terhadap lokasi pelabuhan yang dinilai layak digunakan untuk operasional trayek tersebut.
Salah satu lokasi yang dipertimbangkan yakni pelabuhan milik PT MAU.
“Kami sudah survei. Ada pelabuhan khusus PT MAU, lokasinya jauh dari kota dan cukup nyaman untuk sandar kapal,” ungkap Arief.
Diharapjan pembukaan trayek feri Juata Laut–Tana Lia nantinya dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Tana Tidung.(*)
Editor : Sopian Hadi