TIDENG PALE – Konsolidasi demokrasi terus dilakukan. Bawaslu Kabupaten Tana Tidung mengajak KNPI Kabupaten Tana Tidung berdiskusi untuk bersinergi membangun kesadaran dan partisipasi pemuda agar dapat mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas, Senin (20/4).
Ketua Bawaslu Kabupaten Tana Tidung, Ardiansyah, mengatakan konsolidasi demokrasi yang dilakukan saat ini merupakan upaya untuk mengumpulkan ide dan gagasan terkait peningkatan kualitas pemilu ke depan, salah satunya berkenaan dengan partisipasi pemuda.
KNPI merupakan wadah berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan sehingga Bawaslu meyakini KNPI dapat memberikan sumbangsih pemikiran agar kualitas pemilu dan demokrasi dapat berjalan damai dan berkeadilan.
“Sekali lagi, Bawaslu berharap ada masukan berupa ide-ide untuk meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi ke depan, khususnya dari anak muda, termasuk yang tergabung dalam wadah KNPI,” ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Tana Tidung, Dika Ramdhani.
Ia menyebutkan, saat ini paradigma pengawasan lebih mengedepankan pencegahan daripada penindakan.
Untuk itu, di masa non-tahapan ini, Bawaslu terus melakukan kerja-kerja inovatif guna meminimalisasi potensi terjadinya kecurangan bahkan konflik pada masa pemilu maupun pemilihan.
“Agenda ini adalah salah satu metode Bawaslu untuk mengajak KNPI agar dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pemilu dan demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas. Di samping itu, ada juga program P2P (Pendidikan Pengawasan Partisipatif) yang akan dilakukan Bawaslu ke depannya. Kiranya nanti KNPI juga dapat terlibat dalam agenda tersebut,” ujarnya.
Ketua KNPI Kabupaten Tana Tidung, Redi Nurpani Putra, juga menyampaikan bahwa menurutnya keinginan anak muda saat ini adalah penyelenggaraan pemilu yang prosesnya tidak rumit dan tidak terlalu terpolitisasi.
Ia juga menambahkan Bawaslu harus selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dengan membangun dialog atau aktif memberikan edukasi kepemiluan, baik melalui media sosial maupun tatap muka.
“KNPI ke depannya juga memiliki beberapa program terkait demokrasi. Nantinya akan dikemas dalam bentuk dialog atau perlombaan yang memiliki makna menjaga demokrasi, khususnya di Kabupaten Tana Tidung,” jelasnya.
Sebelum diskusi diakhiri, Bawaslu menegaskan melalui konsolidasi demokrasi ini diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara penyelenggara pemilu dan organisasi kepemudaan dalam menciptakan pengawasan partisipatif yang efektif serta meningkatkan kualitas demokrasi di Kabupaten Tana Tidung.(ana)