TIDENG PALE – Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung terus berpacu memenuhi kebutuhan dokter spesialis sebagai syarat utama mendatangkan alat kesehatan (alkes) dari Kementerian Kesehatan untuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung.
Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, H. Sarif, menyebutkan bahwa persoalan dokter dan alat kesehatan saat ini ibarat “telur dan ayam”, yang keduanya saling bergantung.
“Alkes bisa datang kalau dokternya sudah ada. Sementara dokter juga tertarik datang kalau fasilitasnya lengkap. Ini yang sedang kita kejar bersama,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4).
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Tana Tidung menyiapkan tiga skema utama, yakni kontrak dokter, kerja sama melalui MoU atau Perjanjian Kerja Sama (PKS), serta program Penugasan Khusus Dokter Spesialis (PGDS) dari Kementerian Kesehatan.
“Alhamdulillah, PGDS kita sudah disetujui Kementerian Kesehatan. Namun, tetap tergantung pada jumlah dokter yang mendaftar di program tersebut,” jelasnya.
Dari empat yang disetujui Kemenkes, baru satu yang sudah masuk di Tana Tidung, yakni dokter saraf.
Sebagai langkah percepatan, Pemkab kini menjalankan “Plan B” dengan menjajaki kerja sama dengan rumah sakit terdekat, yakni di Kabupaten Malinau.
“Kami sudah kirim tim ke Malinau untuk menjajaki PKS. Harapannya bisa segera berjalan karena di sana sudah tersedia dokter spesialis yang kita butuhkan,” katanya.
Adapun dokter spesialis yang menjadi prioritas adalah dokter jantung dan urologi, guna mendukung layanan medis unggulan serta pengoperasian alat kesehatan seperti yang telah direncenakan Kemenkes.
Selain mendatangkan dokter dari luar, Dinkes juga menyiapkan dokter lokal melalui program fellowship atau pelatihan lanjutan yang difasilitasi Kementerian Kesehatan.
“Saat ini ada dokter yang sedang mengikuti fellowship, termasuk untuk layanan penyakit dalam dan cuci darah,” tambahnya.
Setelah disetujui kerja sama, akan disampaikan langsung ke Kemenkes sehingga alkes bisa segera didatangkan ke RSUD Akhmad Berahim.
“Tinggal menunggu dokter rehab medik, jadi empat dokter spesialis. Sambil berjalan kita terus cari cara agar dokter spessialis bisa terpenuhi,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan fasilitas penunjang seperti rumah dinas dokter yang saat ini tengah direhabilitasi.
“Tenaga kita siapkan, sarana juga harus siap. Rumah dinas sedang kita perbaiki agar dokter yang datang bisa nyaman,” katanya.
Ia menegaskan, percepatan pemenuhan dokter spesialis menjadi kunci agar bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat bisa segera direalisasikan.
“Kalau dokternya sudah ada, kita laporkan ke kementerian, maka alkes juga bisa segera diturunkan. Ini yang sedang kita kejar,” pungkasnya. (ana)
Editor : Sopian Hadi