TIDENG PALE - Penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri di Kabupaten Tana Tidung cukup diminati masyarakat.
Dalam satu hari, penukaran uang baru bisa mencapai Rp263.200.000, seperti yang terlihat pada kegiatan penukaran hari kedua pada 10 Maret lalu.
Terutama untuk pecahan kecil seperti Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu hingga Rp1.000 yang paling banyak ditukar di kas keliling Bank Indonesia di Bankaltimtara Cabang Tideng Pale.
Koordinator SDM Bankaltimtara Cabang Tideng Pale, Shahrizan, mengatakan pecahan kecil menjadi yang paling cepat habis karena banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan Lebaran.
“Pecahan kecil seperti Rp10 ribu, Rp5 ribu, Rp2 ribu sampai Rp1.000 itu yang paling banyak ditukar. Ada juga pecahan Rp100 ribu, Rp50 ribu atau Rp20 ribu,” ujarnya, Jumat (13/3)
Penukaran di Tanggal 10 (100 orang)
Pecahan. Jumlah
Rp50.000. Rp40.000.000
Rp20.000. Rp68.000.000
Rp10.000. Rp91.000.000
Rp5.000. Rp46.000.000
Rp2.000. Rp14.200.000
Rp1.000. Rp4.000.000
Total Penukaran: Rp263.200.000
Ia menjelaskan, Bankaltimtara Cabang Tideng Pale mendapat jatah sebanyak 300 paket penukaran uang dari Bank Indonesia untuk setiap kegiatan penukaran yang dilaksanakan di Kabupaten Tana Tidung.
“Kita dapat jatah 300 paket penukaran di KTT. Artinya sekitar 300 orang yang bisa melakukan penukaran uang dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang melalui aplikasi,” jelasnya.
Kegiatan penukaran uang tersebut dilaksanakan dua kali, yakni pada tanggal 3 dan 10 Maret. Dengan demikian total paket penukaran yang tersedia mencapai sekitar 600 paket.
“Jadi kalau dua kali kegiatan, totalnya sekitar 600 paket penukaran,” katanya.
Penukaran uang dilakukan melalui sistem pendaftaran menggunakan aplikasi yang disediakan oleh Bank Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mendaftar terlebih dahulu sebelum melakukan penukaran.
Meski demikian, dalam pelaksanaannya tidak semua masyarakat mengambil jumlah maksimal penukaran.
Beberapa di antaranya hanya menukarkan sebagian dari kuota yang tersedia.
“Ada yang seharusnya bisa menukar sampai Rp5,3 juta, tapi hanya mengambil sekitar Rp4 juta. Sisanya bisa dialihkan kepada masyarakat lain yang membutuhkan,” terangnya.
Namun demikian, kuota penukaran tidak dapat ditambah karena jumlah paket sudah ditentukan oleh Bank Indonesia sejak awal.
“Kalau dikurangi masih bisa, karena bisa dialihkan ke orang lain. Tapi kalau menambah tidak bisa karena kuotanya sudah ditentukan dan terbatas,” ujarnya.
Shahrizan juga mengungkapkan kegiatan ini murni dari Bank Indonesia, sementara Bankaltimtara hanya memfasilitasi pelaksanaan penukaran.
“Penukaran pertama orang BI langsung yang datang. Nah yang kedua dititipkan ke kita. Karena itu, kita tidak punya data tanggal 3, hanya tanggal 10 saja,” tutupnya. (ana)