Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Distribusi LPG 3 Kg di Tiga Desa Tana Tidung Terhenti, Terkendala Biaya Transportasi

Sopian Hadi • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:32 WIB

‎Kabid Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, M. Tahir.
‎Kabid Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, M. Tahir.
TIDENG PALE - Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM mencatat adanya kendala pendistribusian LPG subsidi 3 kg ke sejumlah wilayah pesisir, seperti di  Kecamata  Tana Lia dan Sesayap Hilir khususnya Sengkong, dan Menjelutung.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UMKM Tana Tidung, M. Tahir, menjelaskan bahwa meskipun kuota LPG Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2025 mencapai 658 metrik ton dan dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat, distribusi ke wilayah pesisir mengalami hambatan akibat tidak tersedianya bantuan transportasi atau subsidi BBM dari pemerintah daerah.

“Dulu, pemerintah membantu BBM kapal pengangkut LPG ke pesisir. Misalnya, sekali jalan ke Tana Lia membutuhkan 174,25 liter bensin. Saat ini, anggaran tersebut tidak lagi tersedia. Masyarakat atau pangkalan kesulitan mengangkut LPG dari pangkalan utama di Tideng Pale,” jelas Tahir, Sabtu (31/1).

Selain itu, keterbatasan kapasitas kapal menyebabkan pengambilan kuota LPG tidak maksimal. Di Tana Lia, misalnya, kuota sekali jalan mencapai 600-620 tabung, namun praktiknya hanya sekitar 400-430 tabung.

Meski demikian, kuota LPG untuk wilayah pesisir masih tersedia. Sementara menunggu solusi transportasi, distribusi sementara dialihkan ke pangkalan lain di Kecamatan Sesayap atau Tideng Pale yang memiliki kebutuhan lebih tinggi.

Disperindagkop dan UMKM telah melakukan koordinasi dengan pangkalan melalui surat resmi dan komunikasi kelompok, meminta penghitungan kebutuhan riil termasuk biaya transportasi dari titik pengambilan ke lokasi penjualan. Namun hingga saat ini, belum ada balasan dari pangkalan di tiga desa tersebut.

“Kuota Menjelutung sekitar 200 tabung, Sengkong 300 tabung, dan Tana Lia sesuai kebutuhan. Sementara distribusi belum bisa dilakukan karena kendala transportasi,” tutup Tahir.

Pemerintah daerah terus memantau kondisi ini dan mendorong pangkalan untuk segera menyampaikan kebutuhan riil agar distribusi LPG subsidi ke wilayah pesisir dapat berjalan normal, menjaga ketersediaan energi rumah tangga bagi masyarakat. (ana/lim)

Editor : Azward Halim