TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) menggelar pelatihan pembuatan sabun cair dan parfum laundry bagi masyarakat dari lima kecamatan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Dinas Kesehatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemberdayaan Masyarakat TP PKK, Martha Sabri, Sekretaris Disperindagkop Halimsyah, serta dua narasumber yang didatangkan langsung dari Surabaya, yakni Nunuk Sriandary dan Erlina Ratnawat.
Dalam sambutannya, Wabup Sabri menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan program pemberdayaan industri serta peningkatan peran serta masyarakat dalam membangun ekonomi lokal.
“Ini bukan sekadar pelatihan membuat sabun, tetapi langkah awal membentuk ekosistem usaha mandiri di rumah tangga. Kita dorong masyarakat punya produk sendiri, memasarkan sendiri, hingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Sabri.
Sehingga bisa membuka lapangan kerja masyarakat sekitar tempat usahanya. Karena itu diharapkan para peserta bisa mengikuti kegiatan dengan baik.
"Sampai di rumah praktikkan lah ilmu yang didapat selama pelatihan," ujarnya.
Sabri mengatakan jika pelatihan ini dilakukan secara rutin dan terarah, akan muncul wirausaha-wirausaha baru yang lahir dari desa dan kecamatan di Kabupaten Tana Tidung sehingga para peserta pelatihan menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru di daerahnya masing-masing.
"Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan tentang cara produksi, tetapi juga akan mendapatkan wawasan mengenai standar kualitas dan keamanan produk, strategi pengemasan dan pemasaran yang menarik, manajemen usaha mikro dan pencatatan keuangan sederhana serta pentingnya membangun merek agar produk dapat bersaing di pasar," ujarnya.
Sekretaris Disperindagkop, Halimsyah, dalam laporannya menyebutkan bahwa sebanyak 25 peserta dari lima kecamatan mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali keterampilan membuat sabun cuci piring dan sabun cair pencuci pakaian.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam pembuatan sabun, sekaligus meningkatkan kemampuan berwirausaha dan menciptakan peluang usaha baru yang berpotensi menambah penghasilan masyarakat,” jelas Halimsyah.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM berbasis rumah tangga.(ana)
Editor : Azwar Halim