MARSHANDA menilai tidak tepat apabila pasangan suami istri mempertahankan rumah tangga mereka hanya karena memprioritaskan kepentingan anak.
Mau bercerai atau tetap melanjutkan bahtera rumah tangga, katanya, seharusnya berdasarkan cinta dan perasaan dari sejoli.
Marshanda menduga anak akan tertekan secara mental apabila kelak setelah dia besar orang tuanya tiba-tiba bilang sengaja mempertahankan pernikahan demi si anak. Apalagi anak itu tidak pernah meminta dilahirkan ke dunia.
Baca Juga: Jadi Sales, Bermain Drama Baru Brewing Love
Menurut Marshanda, ada anak yang berpandangan lebih senang orang tuanya bercerai dari pada terus jadi pasangan suami-istri.
Karena perceraian akan dapat meredam masalah dan ketidakcocokan yang terjadi. Marshanda meyakini anak menderita bukan karena perceraian terjadi pada orang tuanya.
"Yang merusak jiwa anak bukan perceraian. Yang merusak jiwa anak adalah ketika bapak ibunya saling menjatuhkan satu sama lain dan anaknya tahu, dengar, dan melihat," ujar Marshanda dalam podcast Denny Sumargo.
Marshanda sendiri termasuk orang yang pernah menikah namun kemudian bercerai setelah pernikahannya dengan Ben Kasyafani resmi kandas sekitar 10 tahun silam.
Meski bercerai, anaknya Sienna tidak kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Karena kapan saja Sienna bisa bertemu dengan Marshanda sesuai yang diinginkannya.
Marshanda bersyukur hubungannya dengan Ben Kasyafani sangat baik sampai sekarang meskipun tidak lagi berstatus sebagai pasangan suami istri.
Baca Juga: Paling Takut Masuk Rumah Sakit
"Sama mantan suami komunikasi sangat terbuka. Mantan suami pengen yang terbaik buat aku, dan aku juga lengen yg terbaik buat dia. Kita masih care dan saling respect satu sama lain," kat Marshanda. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim