KEPALA Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono terus berupaya meningkatkan investasi di IKN.
Yang terbaru, Basuki mengajak anggota Perusahaan Realestat Indonesia (REI) untuk terus berinvestasi di IKN.
Tawaran tersebut disampaikan secara langsung oleh Basuki saat menerima kunjungan para pengurus dan anggota REI di Gedung Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Ada sekitar 1.000 orang peserta perwakilan anggota REI dari seluruh Indonesia yang berkunjung ke IKN saat kegiatan perayaan HUT REI yang digelar di IKN pada Jumat (16/5).
Basuki menyampaikan bahwa IKN terbuka bagi seluruh pihak, termasuk bagi asosiasi pengusaha properti seperti REI untuk berpartisipasi dalam pembangunan berbagai sektor strategis, khususnya hunian dan kawasan komersial.
Keterlibatan sektor swasta memiliki peran sangat penting dalam pembangunan IKN.
“Ini merupakan kehormatan bagi kami, terlebih dalam momentum istimewa peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia yang ke-54. Kami berharap, kehadiran Bapak dan Ibu semua di sini dapat memberikan gambaran nyata, keyakinan, serta semangat terhadap visi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai ibu kota masa depan Indonesia menuju Kota Dunia untuk Semua,” ujar Basuki.
Lebih lanjut, Basuki menyampaikan bahwa peluang investasi di IKN masih terbuka luas, khususnya dalam pengembangan ekosistem hunian.
Dia mendorong REI untuk mengambil bagian dalam penyediaan berbagam jenis hunian, baik hunian komersial maupun bersubsidi, termasuk yang dikembangkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Saya kira potensi pasar di IKN sangat jelas dan pasti karena pembangunan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan aparatur sipil negara dan pejabat negara yang akan bertugas di Nusantara, khususnya mendukung ekosistem kantor Yudikatif dan Legislatif yang akan segera dibangun," ujarnya.
OIKN menawarkan 16 peluang investasi di sektor hunian dan komersial yang tersebar di Sub Wilayah Perencanaan (SWP) 1A, 1B, dan 1C yang berada dalam kawasan KIPP.
Kehadiran REI diharapkan dapat menandai peran aktif sektor swasta dalam membangun sejarah baru bangsa Indonesia di Nusantara.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah juga memberikan berbagai insentif menarik bagi investor yang berinvestasi di IKN.
Di antaranya adalah pembebasan 100% Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), skema kepemilikan tanah yang kompetitif, serta fasilitas fiskal seperti _tax holiday_ untuk investasi di atas Rp10 miliar maupun untuk sektor UMKM.
"Selain itu, pemerintah juga menanggung PPh 21 bagi seluruh karyawan yang berdomisili di IKN, membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk properti dan layanan rental properti, serta memberikan insentif super tax deduction hingga 200% dari penghasilan bruto bagi investor yang memberikan donasi," paparnya.
Tidak hanya itu, lanjutnya, pembebasan bea masuk juga diberikan untuk jangka waktu 4 hingga 6 tahun guna mendukung kelancaran pembangunan.
Menanggapi ajakan tersebut, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyampaikan apresiasi dan antusiasme atas peluang investasi yang terbuka di IKN.
“Kami dari REI menyambut baik ajakan dan dukungan OIKN. Ini adalah kesempatan bersejarah bagi para pelaku usaha properti untuk turut membangun wajah baru Indonesia. Kami siap bersinergi dan berkontribusi aktif dalam menjadikan Nusantara sebagai kota masa depan yang berkelanjutan dan inklusif,” jawabnya. (jpg/jnr)
Editor : Azwar Halim