SAMARINDA – Ditabraknya pilar ketiga (P3) Jembatan Mahakam I, rupanya berbuntut panjang terhadap penutupan akses perlintasan jembatan yang selesai dibangun pada 1986 tersebut.
Dari penyampaian pihak-pihak terkait di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kaltim beberapa waktu lalu, menjadwalkan secepatnya dilakukan investigasi terhadap jembatan yang membentang sepanjang 400 meter itu. Penutupan tersebut semula dijadwalkan mulai hari ini hingga dua pekan ke depan.
Dikonfirmasi kembali, Plt Kepala Dishub Samarinda Irhamsyah menuturkan, surat terkait permintaan dilakukannya pemeriksaan terhadap jembatan oleh Komisi Keamanan Jembatan Terowongan Jalan baru saja diterima.
“Jadi tim dari teknis dari kementerian (KKJTJ) dijadwalkan datang itu pada Selasa (3/3) mendatang. Jadi mulai ditutup Senin (2/3),” ujarnya.
Tim akan langsung mengecek kondisi jembatan yang nantinya turut didampingi pihak-pihak terkait. Pengalihan ditempuh untuk mempersiapkan investigasi kelayakan jembatan yang membentang sepanjang 400 meter itu.
"Untuk sementara dialihkan agar mempermudah investigasi," ujarnya di sela-sela tinjauan kesiapan rekayasa lalu lintas di Jembatan Mahakam IV, Selasa (25/2).
Penutupan sementara serta pengalihan arus lalu lintas itu akan berlaku selama dua pekan depan.
Namun, tidak menutup kemungkinan penutupan sementara itu bisa diperpanjang, bergantung berapa lama tim investigasi dari KKJTJ dari Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja.
BBPJN Kaltim baru mengajukan surat resmi untuk meminta pemeriksaan kondisi Jembatan Mahakam I imbas ditabrak Tongkang Indosukes 28 bermuatan kayu yang ditarik Tugboat MTS 28 pada Minggu (16/2) lalu.
Fender atau pelindung pilar jembatan hancur tak bersisa imbas tabrakan. Tak hanya itu, expansion joint atau sambungan siar muai mengalami sedikit pergeseran. Hasil pemeriksaan awal BBPJN ada pergeseran sekitar 9 milimeter dari kejadian itu.
“Pemerintah hanya memastikan keamanan masyarakat yang melintas," terangnya.
Rambu-rambu hingga spanduk pemberitahuan akan dibentangkan di sejumlah titik. Sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi terkait penerapan dua jalur lalu lintas di Jembatan Mahakam IV.
Termasuk dengan pengamanan di ruas-ruas strategis juga sudah disiapkan Dishub Kaltim.
"Kami juga akan merapikan area tikungan di sekitar Taman PLN," tambahnya.
Kejadian ditabraknya Jembatan Mahakam I bukan yang kali pertama. Dishub mencatat, sudah 22 kali jembatan itu dihantam kapal. Selain memastikan arus kendaraan yang melintas, pengaturan lalu lintas kapal yang melewati jembatan juga diperketat.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengungkapkan, rekayasa lalu lintas itu mengatur dua titik yang menjadi konsentrasi kendaraan nantinya.
Pengguna kendaraan dari Samarinda Seberang baik jalan APT Pranoto dan Jalan Cipto Mangun Kusumo harus sedikit memelankan kendaraan dan bermanuver ke kanan untuk bisa melintasi Jembatan Mahkota IV.
Sedangkan untuk jalur keluarnya, titik yang digunakan juga harus bermanuver di sisi Jalan Slamet Riyadi, tepat di dekat air mancur atau tugu pesut.
Pengguna kendaraan dari arah Jalan Untung Suropati (Sungai Kunjang) harus sedikit berputar di dekat jembatan penyeberangan orang (JPO), untuk bisa masuk ke Jembatan Mahakam IV menuju Samarinda Seberang.
Masyarakat diwajibkan mengikuti petunjuk petugas gabungan di titik yang sudah ditempatkan untuk akses ke Jembatan Mahkota IV.
"Berharap masyarakat bisa mengerti dengan kondisi yang ada, dan nantinya ada evaluasi. Untuk batas kecepatan antara 40–50 km per jam," pungkasnya. (dra/jnr)
Editor : Azwar Halim