Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Fenomena La Nina Tingkatkan Curah Hujan

Radar Tarakan • Sabtu, 14 Desember 2024 | 10:00 WIB
ANGGI PRADITHA/KP ILUSTRASI: Anomali iklim dalam musim penghujan berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.
ANGGI PRADITHA/KP ILUSTRASI: Anomali iklim dalam musim penghujan berpotensi menimbulkan banjir dan tanah longsor.

FENOMENA El Nino yang sempat melanda Indonesia berlalu. Kini, fenomena La Nina muncul dalam musim penghujan yang akan melanda beberapa daerah, termasuk Kaltim.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan menyebut fenomena La Nina merupakan anomali iklim yang akan mempengaruhi musim penghujan Desember-Januari.

“Anomali iklim tahun ini yaitu adanya fenomena La Nina. Maksudnya musim sekarang akan dipengaruhi oleh La Nina, sehingga curah hujan yang terjadi itu lebih tinggi dari kondisi normalnya,” ungkap Kepala Stasiun BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, Kamis (12/12).

Fenomena La Nina merupakan anomali iklim yang ditandai dengan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan. Hal ini menyebabkan jauh di bawah suhu normalnya, maka akan mempengaruhi curah hujan di Indonesia.

Kukuh mengatakan, potensi curah hujan dalam kondisi normalnya selama Desember menuju Januari bisa di atas 300 milimeter, sedangkan maksimalnya hingga 400 milimeter.

“Tapi kalau kondisi hariannya bisa di atas 50 milimeter per harinya. Kondisi-kondisi tertentu, hujan lebat itu bisa saja terjadi,” paparnya.

Maka dari itu, dia menyebut, musim penghujan akan dipengaruhi fenomena La Nina. Potensi hujan ini akan lebih tinggi dati kondisi normalnya.

“Ya, potensi hujannya itu kita perkirakan di beberapa wilayah, terutama wilayah pesisir akan di atas normal,” jelas Kukuh.

Dikatakannya, selama musim penghujan tersebut justru petir dan angin akan berkurang. “Hanya saja curah hujannya meningkat,” sebutnya.

Kukuh menerangkan, kondisi seperti ini akan mempengaruhi dampak terhadap beberapa wilayah yang berpotensi menyebabkan banjir.

“Artinya daerah langganan banjir tetap harus waspada,” imbuhnya.

Misalnya di Sepaku dekat kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) serta perbatasan antara Penajam Paser Utara dengan Paser yang biasanya menjadi langganan banjir.

Selain itu, menurutnya, Samarinda dan Kutai Kartanegara di situ ada Sungai Mahakam yang juga berpotensi menimbulkan banjir. Sementara Balikpapan, kata dia, juga berpotensi terjadinya tanah longsor.

“Walaupun perbukitannya kecil tapi harus tetap waspada terkait potensi longsor tersebut,” ucap Kukuh.

Dia mengingatkan kembali, selama musim penghujan disertai dengan fenomena La Nina, maka setiap kawasan langganan banjir harus tetap mengantisipasi. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#musim penghujan #indonesia #Fenomena El Nino #la nina