Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan Terowongan Samarinda Sudah Capai 75 Persen, Target Tersambung Bulan Ini

Radar Tarakan • Selasa, 3 Desember 2024 | 10:00 WIB

 

RAMA SIHOTANG/KP= SEGERA TERHUBUNG: Kondisi inlet atau masuk terowongan Samarinda di Jalan Sultan Alimuddin Kelurahan Sungai Dama, Minggu (1/12).
RAMA SIHOTANG/KP= SEGERA TERHUBUNG: Kondisi inlet atau masuk terowongan Samarinda di Jalan Sultan Alimuddin Kelurahan Sungai Dama, Minggu (1/12).

SAMARINDA - Pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Sultan Alimudin menuju Jalan Kakap di Samarinda terus menunjukkan progres yang signifikan. Di samping itu konsultasi dengan pemerintah pusat, terkait untuk operasional jembatan terus dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Desy Damayanti, mengungkapkan bahwa saat ini pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 75 persen. Penggalian dari dua sisi terowongan dilakukan sebagai upaya percepatan.

“Target kami, Desember ini, kedua sisi galian terowongan akan bertemu,” ujarnya, Minggu (1/12).

Namun, ia menambahkan bahwa penyelesaian keseluruhan proyek, termasuk pembangunan jalan pendekat dan penghijauan, ditargetkan rampung pada April mendatang.

“Terowongan kan tidak cuma bagian tengah tapi ada bangunan pendukung lainnya,” tambahnya.

Meskipun progres pembangunan fisik terowongan sudah cukup baik, dia mengakui bahwa pihaknya masih menghadapi tantangan dalam proses perizinan.

Baca Juga: Modus Baru Penyelundupan Narkotika di Jalur Udara, Ada Peran Residivis dan Taktik Canggih

Pihaknya sudah beberapa kali menghadap Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) untuk mendapatkan izin operasional.

Dia menjelaskan, bahwa proses perizinan untuk infrastruktur seperti terowongan memang cukup kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Mahkota 2 saja membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk mendapatkan izin melintas,” jelasnya.

Sebelum dioperasikan, terowongan akan melalui beberapa tahap uji coba untuk memastikan kekuatan struktur dan keamanan pengguna.

Selain itu, Desy juga memastikan bahwa anggaran proyek tetap sesuai dengan rencana awal, yakni sebesar Rp 395 miliar dengan skema anggaran tahun jamak (multiyears contract/myc).

“Diharapkan, terowongan ini dapat menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan konektivitas di Kota Samarinda,” pungkasnya.

Sebagai informasi, data terkini galian dari sisi inlet di Jalan Sultan Alimuddin mencapai sekitar 195,75 meter dan sisi outlet sekitar 136,75 meter, dari total panjang terowongan 400 meter. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#samarinda #75 persen #Jalan Sultan Alimudin #Pembangunan Terowongan #signifikan