TARAKAN - Lantaran tidak memiliki biaya, atlet taekwondo asal Tarakan, Indira Shafa Riski Amara hampir tidak bisa mengikuti kejuaraan teakwondo di Balikpapan 24 Februari mendatang.
Namun Shafa-sapaan akrabnya, akhirnya bisa bernafas lega setelah dirinya mendapatkan bantuan untuk keberangkatan, dari Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kaltara Andi Sulaiman.
Orang tua dari Shafa yaitu Yanti mengungkapkan, dengan bantuan dari Ketua KKSS yang membiayai keberangkatan anaknya mengikuti kejuaraan, maka semangat dari Shafa untuk menjadi atlet berprestasi kembali terwujud. Lantaran Shafa sempat merasa patah semangat apabila tidak bisa mengikuti kejuaraan tersebut.
"Dia ini sudah ikut taekwondo sejak kelas 4 SD. Terakhir ikut kejuaraan di Nunukan dan mendapatkan medali emas," katanya.
Selain itu, Shafa pernah mengikuti kejuaraan internasional secara virtual dan meraih medali emas. Selama mengikuti kejuaraan, biaya yang dikeluarkan pun merupakan biaya pribadi dari orang tua Shafa. "Di situ terkadang kendala kita (memakai biaya pribadi). Saya sempat kasih tahu Shafa jangan ikut dulu karena belum ada biaya," imbuhnya.
Ketua KKSS Kaltara, Andi Sulaiman menuturkan, ia melihat Shafa merupakan atlet yang berpotensi dan memiliki motivasi sangat tinggi untuk bertanding. Namun motivasi itu sempat terkendala dengan tidak adanya dukungan anggaran untuk mengikuti kejuaraan.
"Dari ibunya menyampaikan permasalahannya, tersentuh hati saya kalau atlet seperti ini kenapa tidak ada yang beri perhatian. Akhirnya saya ambil ahli dan saya bertanggung jawab dengan keberangkatannya," tuturnya.
Ia pun berharap semangat dan motivasi dari Shafa bisa terwujud dengan mendapatkan prestasi. Bahkan ia bertekad terus membantu pembinaan Shafa. Ia sangat menyayangkan apabila atlet yang berpotensi seperti Shafa, tidak diberikan perhatian lebih. (*)
Editor : Muhammad Erwinsyah