NUNUKAN – Kerusakan parah akses jalan di Kecamatan Krayan Selatan tidak hanya memutus jalur transportasi, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian masyarakat. Bagaimana tidak, hasil pertanian masyarakat terancam tak dapat dipasarkan lantaran sulitnya akses.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus Ramli mengatakan, hasil panen Beras Adan menjadi sumber pendapatan masyarakat. Dari hasil penjualan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup serta membiayai pendidikan anak-anak yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Berdasarkan data, hasil panen pada 2026 sekitar 15 ribu ton. Dan hasil panen petani saat ini belum dapat dipasarkan karena kendaraan tidak mampu melintasi ruas jalan yang dipenuhi kubangan lumpur.
"Panen masyarakat tahun ini mencapai lebih dari 15 ribu ton. Namun hingga sekarang hasil panen tidak bisa dijual karena kondisi jalan rusak berat dan tidak dapat dilalui kendaraan," ucap Oktavianus Ramli, Rabu (8/7).
Dijelaskan, akibat terputusnya akses distribusi, banyak keluarga kehilangan sumber pemasukan. Kondisi itu memaksa sebagian warga berutang kepada kerabat yang berada di kota agar dapat mengirim biaya hidup dan biaya kuliah bagi anak-anak mereka.
Menurutnya, masyarakat tidak memiliki pilihan lain karena beras dan berbagai komoditas pertanian yang menjadi andalan ekonomi warga tidak dapat keluar dari Krayan Selatan.
"Biasanya hasil panen dijual untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membiayai anak-anak yang kuliah. Sekarang masyarakat terpaksa meminjam uang kepada keluarga di kota karena hasil pertanian tidak bisa dipasarkan," ungkapnya.
Lanjutnya, dampak persoalan infrastruktur di Krayan Selatan telah berkembang menjadi krisis ekonomi yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan pendidikan generasi muda. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret memperbaiki akses jalan.
"Dengan perbaikan jalan dapat membantu masyarakat. Kemudian, distribusi hasil pertanian kembali normal dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat pulih," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT