0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Perlindungan dan Layanan Kesehatan PMI melalui MoU RSUD Nunukan dengan BP3MI Kaltara

Asrullah RT • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:22 WIB
KERJASAMA : Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau bersama Kepala BP3MI Kaltara Kombes Pol Andi Ichsan teken MoU sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan ke PMI.
KERJASAMA : Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau bersama Kepala BP3MI Kaltara Kombes Pol Andi Ichsan teken MoU sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan ke PMI.

NUNUKAN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam peningkatan pelayanan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). 

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun kerja sama lintas sektor, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan yang terintegrasi bagi calon pekerja migran, pekerja migran, maupun pekerja migran yang telah kembali ke tanah air melalui Nunukan.

Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan, RSUD Nunukan memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional dan berkualitas. Melalui kerja sama ini, diharapkan koordinasi antara RSUD Nunukan dan BP3MI Kaltara semakin efektif dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan kepada PMI sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing institusi.

Direktur RSUD Nunukan, dr. Andi Bau Tune Mangkau mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antarlembaga demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi PMI, khususnya di wilayah perbatasan.

"RSUD Nunukan memiliki tanggung jawab besar sebagai rumah sakit rujukan di kawasan perbatasan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa setiap PMI yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat memperoleh layanan yang cepat, berkualitas, dan sesuai standar," ujar dr. Andi Bau Tune Mangkau, Senin (6/7) di Aula Pertemuan Atlas Medica RSUD Nunukan.

Dijelaskan, kerja sama yang dilakukan tidak hanya bersifat administratif. Tetapi juga menjadi dasar untuk membangun koordinasi yang berkelanjutan dalam berbagai aspek pelayanan.

"Kami berharap MoU ini menjadi awal dari berbagai program bersama, mulai dari peningkatan koordinasi rujukan pasien, edukasi kesehatan, pendampingan bagi pekerja migran, hingga penanganan kasus-kasus yang memerlukan kolaborasi lintas sektor," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BP3MI Kaltara Kombes Pol Andi Ichsan, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, RSUD Nunukan merupakan mitra strategis dalam mendukung perlindungan PMI, mengingat posisi Nunukan sebagai salah satu pintu gerbang utama keluar dan masuk PMI di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

"Kerja sama ini bukan hanya sebatas penandatanganan dokumen, tetapi merupakan komitmen bersama untuk memastikan setiap pekerja migran Indonesia memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan yang layak dan cepat ketika dibutuhkan. Kami berharap koordinasi antara BP3MI dan RSUD Nunukan semakin erat sehingga penanganan berbagai persoalan yang dihadapi pekerja migran dapat dilakukan secara terpadu," jelasnya. 

Lanjutnya, sinergi antarinstansi merupakan salah satu kunci dalam memperkuat sistem perlindungan PMI, mulai dari sebelum keberangkatan, saat berada di wilayah perbatasan, hingga setelah kembali ke Indonesia.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara kedua instansi guna mendukung pelaksanaan program-program kolaboratif di masa mendatang. Baik dalam pelayanan kesehatan, edukasi, koordinasi rujukan, maupun penanganan kasus yang melibatkan pekerja migran Indonesia.

"Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sistem rujukan kesehatan di wilayah perbatasan, serta mendukung upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan menyeluruh kepada pekerja migran Indonesia," pungkasnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nunukan #kesehatan #pmi