NUNUKAN - Kerusakan jalan dan jembatan di wilayah Kecamatan Krayan Selatan kian memburuk. Kondisi ini diakibatkan hujan yang terus mengguyur selama sepekan terakhir. Dampaknya, distribusi bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah penghasil beras Adan ini terhambat karena kendaraan pengangkut tidak dapat melintasi ruas jalan yang rusak.
Camat Krayan Selatan, Oktavianus mengatakan, hingga saat ini pasokan BBM baru belum dapat masuk ke wilayahnya. Seluruh kebutuhan masyarakat masih mengandalkan sisa stok yang tersedia.
“Sudah satu minggu terakhir hujan terus turun dan kondisi jalan serta jembatan semakin parah. Sampai hari ini BBM belum bisa masuk karena mobil pengangkut tidak bisa melewati jalan yang rusak,” ucap Oktavianus, Jumat (19/6/).
Menurutnya, pelayanan listrik saat ini masih menggunakan stok BBM yang ada. Sehingga, pelayanan ke masyarakat terpaksa dibatasi hanya sekitar empat jam setiap hari untuk menghemat stok yang tersisa.
Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan listrik ke masyarakat dapat tetap terlayani hingga pasokan tersedia. Dan stok BBM yang tersedia saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar satu ton lebih. Dengan kondisi tersebut, persediaan diperkirakan mampu bertahan sekitar satu setengah minggu ke depan.
Ia berharap penanganan kerusakan jalan dan jembatan dapat segera dilakukan agar akses distribusi orang dan barang kembali normal. Jika keterlambatan pasokan terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah Krayan Selatan.
"Untuk sementara kami hanya bertahan dengan sisa stok yang ada. Pelayanan dibatasi empat jam per hari dan stok yang tersisa sekitar satu ton lebih. Perkiraannya masih bisa bertahan sekitar satu setengah minggu," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT