NUNUKAN – Kondisi banjir di wilayah Kecamatan Sembakung, terus menunjukkan perkembangan positif. Debit air yang sebelumnya merendam sejumlah desa kini semakin surut dan mendekati kondisi normal.
Kepala Subsi Bidang Penyelamatan dan Evaluasi BPBD Nunukan, Hasanuddin mengatakan, tinggi muka air (TMA) saat ini terpantau berada di angka 3,2 meter atau hampir kembali ke batas normal. Sementara, ketinggian normal di 3 meter.
“Untuk kondisi banjir di Sembakung sudah makin surut. Ketinggian permukaan air terpantau 3,2 meter dan sudah mendekati normal di 3 meter,” ucap Hasanuddin, Jumat (22/5).
Dijelaskan, dengan menurunnya TMA Sungai Sembakung, aktivitas masyarakat yang sempat terdampak banjir kini mulai kembali berjalan normal. Warga telah beraktivitas seperti biasa, termasuk kegiatan ekonomi maupun mobilitas antarwilayah.
"BPBD Nunukan tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi sungai dan wilayah terdampak guna mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca yang dapat memicu kenaikan debit air kembali," tegasnya.
Sebelumnya, banjir di Kecamatan Sembakung sempat merendam tiga RT di dua desa yang terdampak. Untuk Desa Atap ada dua RT yang terdampak RT 6 dan RT 7. Sementara, Desa Tagul ada 1 RT yang juga terdampak banjir.
Di dua desa ini, ketinggian air berada di 1 meter dari badan jalan. Diketahui, banjir yang berdampak pada sejumlah kecamatan terjadi sejak Senin (18/5) lalu diakibatkan terjadinya banjir dari wilayah perbatasan Malaysia. TMA Sungai Sembakung naik lantaran, debit air masuk melalui Kecamatan Lumbis Pensiangan yang berada di hulu. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT