NUNUKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan merilis laporan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut pengeluaran periode 2021–2025. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, perekonomian Kabupaten Nunukan tetap menunjukkan ketangguhan dengan pertumbuhan volume dan nilai yang signifikan.
Kepala BPS Kabupaten Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien mengatakan, pihaknya mencatat bahwa nilai nominal PDRB Kabupaten Nunukan atas dasar harga berlaku pada tahun 2025 mencapai Rp 42.735,54 miliar (Rp 42,73 triliun).
"Jumlah ini meningkat sebesar Rp 2.235,54 miliar jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 40.500,00 miliar," ucap Kepala BPS Nunukan Dr. Iskandar Ahmaddien.
Dijelaskan, dari sisi laju pertumbuhan ekonomi secara riil, Kabupaten Nunukan mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,98 persen pada 2025. Angka ini menunjukkan sedikit perlambatan dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2024 yang mencapai 4,07 persen.
"Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas ekspor yang menjadi tumpuan utama daerah," jelasnya.
Lannutnya, untuk daya beli masyarakat menunjukkan tren penguatan yang cukup signifikan. Dimana pertumbuhan konsumsi rumah tangga secara riil melonjak ke angka 7,16 persen pada 2025. Kondisi ini meningkat pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Rata-rata konsumsi per kapita penduduk Nunukan pada tahun 2025 kini menyentuh angka Rp 28,32 juta per tahun, naik dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran angka Rp 26 juta hingga Rp 27 juta," ungkapnya.
Kemudian, peningkatan ini selaras dengan pertumbuhan konsumsi per kapita secara riil yang mencapai 5,64 persen pada 2025 dan mengindikasikan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat secara umum di Kabupaten Nunukan.
Dari sisi investasi dan kontribusi pemerintah, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik pada 2025 juga tumbuh sebesar 4,46 persen. Namun angka ini mengalami perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun sebelumnya.
Sementara itu, proporsi konsumsi pemerintah terhadap total PDRB pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,94 persen, menurun tipis dibandingkan 2024 yang kontribusinya mencapai 4,31 persen. Penurunan proporsi ini menunjukkan bahwa struktur ekonomi Nunukan di 2025 semakin didorong sektor swasta dan konsumsi masyarakat.
"Sektor eksternal tetap menjadi penopang utama meskipun menghadapi tekanan geopolitik internasional," singkatnya.
Dan pertumbuhan nilai ekspor neto pada 2025 tercatat sebesar 21,27 persen, meningkat tipis dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 21,07 persen. Surplus perdagangan yang konsisten ini menunjukkan keunggulan komparatif komoditas lokal Nunukan di pasar luar daerah maupun luar negeri.
"Dengan capaian ini, BPS menilai bahwa meskipun ekonomi global masih diliputi ketidakpastian, pondasi ekonomi domestik Kabupaten Nunukan tetap kokoh melalui sinergi antara investasi fisik dan penguatan daya beli masyarakat," ungkapnya.
Ia menegaskan, berdasarkan data PDRB ini merupakan alat navigasi penting bagi para pemangku kepentingan. Dan menyarankan pemerintah melakukan penguatan permintaan domestik dan optimalisasi investasi.
"Perekonomian kita secara nominal meningkat lebih dari 2 triliun rupiah dalam satu tahun terakhir. Ke depan, penguatan permintaan domestik dan optimalisasi investasi fisik akan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan pasar internasional yang fluktuatif," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT