NUNUKAN - Konektivitas antara Indonesia-Malaysia di wilayah perbatasan terus dimaksimalkan kedua negara. Itu dibuktikan dengan pertemuan antara perwakilan Pemkab Nunukan, ASDP Balikpapan, KSOP Nunukan bersama Jabatan Laut Tawau.
Pertemuan yang difasilitasi Konsulat RI Tawau dipimipin langsung Jabatan Laut Tawau, Tuan Douglas Junggin. Dimana, melalui pertemuan ini membahas peluang pembukaan jalur kapal RoRo rute Tawau–Nunukan sebagai langkah strategis memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.
Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin mengatakan, pembahasan ini juga menyoroti tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta distribusi barang antara kedua wilayah. Saat ini, layanan penyeberangan masih didominasi kapal penumpang berkapasitas terbatas.
"Sehingga peluang pengembangan angkutan yang mampu membawa kendaraan dan logistik dinilai sangat potensial," ucap Acting Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin melalui release yang diterima Redaksi Radar Tarakan, Sabtu (25/4).
Dijelaskan, melalui diskusi yang konstruktif, para perwakilan bertukar pandangan terkait aspek teknis dan regulasi yang diperlukan. Pihak Jabatan Laut Tawau menyampaikan pentingnya penyusunan proposal awal sebagai dasar pengajuan resmi.
"Hal tersebut mencakup spesifikasi kapal Roro, infrastruktur pelabuhan yang diperlukan, guna mempermudah koordinasi antar instansi terkait," jelasnya.
Sementara, sebagai tindak lanjut, ASDP Balikpapan akan menyiapkan dokumen dimaksud, dengan kedua pihak sepakat untuk mendorong pembahasan inisiatif ini dalam forum Sosek-Malindo mendatang.
Pembukaan rute Roro ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan kelancaran arus barang dan orang di wilayah perbatasan.
"Konsulat RI Tawau akan terus mengawal proses ini dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, sebagai bagian dari komitmen untuk mendorong konektivitas dan kerja sama Indonesia–Malaysia yang semakin erat," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT