NUNUKAN – Ketersediaan sumber air baku milik Perumda Air Minum Tirta Taka, Nunukan khusus di Embung Bolong saat ini terus berkurang. Kondisi ini membuat Perumda Air Minum Tirta Taka mengambil langkah antisipatif.
Direktur Perumda Tirta Taka Nunukan, Arpiansyah mengatakan, pihaknya melakukan sistem zonasi pelayanan guna menjaga keberlanjutan pasokan air bagi pelanggan. Dimana, diberlakukan 2 zonasi pelayanan.
"Kami mengambil inisiatif lebih awal dengan mengurangi debit dan membagi layanan menjadi dua zonasi, yakni wilayah kota dan wilayah Nunukan Selatan. Sebab, Embung Bolong melayani dua wilayah," ucap Apriansyah, Senin (30/3).
Dijelaskan, dengan kondisi Embung Bolong saat ini layanan distribusi air mencapai 50 liter per detik. Sementara, jika kondisi normal mencapai 100 liter per detik.
Lanjutnya, dengan sistem zonasi ini, pelanggan perlu mengetahui bahwa pelayanan tidak dapat langsung mengalirkan air secara langsung. Sebab, adanya jeda waktu yang diperlukan dalam proses pengisian jaringan pipa sebelum air sampai ke pelanggan.
"Kondisi ketinggian air di Embung Bolong saat ini berada pada level 1 meter 14 sentimeter. Dan Embung Bolong memiliki cakupan layanan yang cukup luas," ungkapnya.
Kemudian, kondisi Embung Bilal, saat ini ketersediaan sumber air tergolong aman dan diperkirakan mampu bertahan hingga satu bulan ke depan. Sehingga, pemantauan intensif terhadap seluruh sumber air baku terus dilakukan.
Ia mengungkapkan, pihaknya berharap hujan segera turun untuk menambah cadangan air baku. Sebab, berdasarkan komunikasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan, diketahui dalam sepekan belum terdapat potensi hujan di wilayah Nunukan.
"Karena itu, jika kondisi air baku terus mengalami penurunan, antisipasi yang disiapkan untuk layanan dibagi menjadi tiga zonasi yang sebelumnya dua zonasi. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menampung air secukupnya," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT