NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan tak tinggal diam atas minimnya pasokan ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sejumlah skema telah disiapkan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan.
Kepala DKUKMPP Nunukan, Mukhtar menyampaikan stok ikan saat ini terus menipis. Sehingga, skema yang disiapkan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga bertujuan mengurangi ketergantungan pasokan dari negeri Jiran, Malaysia.
"Ada dua pengusaha yang siap memasok ikan layang ke Nunukan dari wilayah Pati dan Demak, Jawa Tengah. Ikan yang ditawarkan sama, bahkan kualitasnya lebih bagus," ucap Mukhtar belum lama ini.
Dijelaskan, kebutuhan ikan layang di Nunukan rata-rata sekitar satu ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, satu kontainer dapat mencukupi kebutuhan hingga 20 hari. Sehingga pasokan tetap terjaga meski pengiriman tidak dilakukan setiap hari
Dan untuk proses pengiriman direncanakan menggunakan kontainer pendingin dengan kapasitas sekitar 20 ton per kontainer. Sementara, waktu tempuh pengiriman dari Jawa ke Nunukan diperkirakan lima hari.
"Yang menjadi pertimbangan, kualitas dan legalitas. Karena, pasokan ikan dari Malaysia selama ini rawan secara perizinan. Sementara, distribusi antarwilayah di dalam negeri tidak mengalami kendala," jelasnya.
Baginya, langkah ini tidak hanya untuk mengatasi kelangkaan ikan. Tetapi juga dapat membuka peluang bagi pelaku usaha dan dapat menekan disparitas harga. Hanya saja, saat ini ada keterbatasan pada fasilitas cold storage di Nunukan.
Untuk itu, ia berharap melalui skema pasokan ikan dari dalam negeri ini dapat mendorong keterlibatan koperasi, UMKM dan pelaku usaha lokal. "Saat ini, daerah belum memiliki gudang pendingin dengan kapasitas besar untuk menampung hingga ratusan ton ikan dalam waktu bersamaan. Jadi, skema pengiriman diatur bertahap agar stok tetap aman," pungkasnya. (akz/jnr)
Editor : Januriansyah RT