Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Adat Besar Krayan Barat Sesalkan Persoalan Berulang Minim Transportasi Menuju Krayan Jelang Nataru

Asrullah RT • Kamis, 11 Desember 2025 | 18:44 WIB

 

UNDI KTP: Para warga Krayan saat undi KTP di bandara Tarakan, sebelum akhirnya terpilih dan bisa berangkat naik pesawat untuk pulang kampung.
UNDI KTP: Para warga Krayan saat undi KTP di bandara Tarakan, sebelum akhirnya terpilih dan bisa berangkat naik pesawat untuk pulang kampung.
NUNUKAN - Kondisi kesulitan tranportasi menuju dataran tinggi Krayan kembali terjadi. Mirisnya lagi, persoalan ini setiap tahun terjadi dan membuat masyarakat yang ingin merayakan Natal bersama keluarga di Krayan terancam batal.

Situasi itu diungkapkan Wakil Kepala Adat Besar Krayan Barat, Dawat Udan kepada Radar Tarakan, Kamis (11/12). Ia menceritakan saat ini terjadi antrean di Bandara Tarakan.

"Antrean anak sekolah dan masyarakat Krayan sekarang di Bandara Tarakan. Mau pulang Natal bersama dengan orang tua di Krayan," ucap Dawat Udan.

Ia mengakui, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun masyarakat yang ingin ke Krayan harus tertahan lantaran sulit tranportasi udara menuju daerah penghasil beras adan ini. "Kondisi ini bukan tahun ini saja setiap tahun seperti ini  pemerintahan sepertinya bingung ambil tindakan, untuk membantu kesulitan masyarakat. Termasuk orang Krayan untuk transportasi ke Krayan," ungkapnya.

Ia mempertanyakan, upaya pemerintah untuk menambah armada dari sejumlah maskapai yang ada untuk melayani masyarakat Krayan. Sebab, jika tidak masyarakat harus antre hingga waktu yang belum diketahui. "Kita sebenarnya malu antrean itulah aturan agen apakah tidak ada yang agak layak biasanya seperti armada lain. Jadi tidak harus menghabiskan waktu antrean sampai marah marah," tanyanya.

Sejauh ini, lanjutnya Lembaga Adat Besar Dayak Lundayeh Krayan Barat telah bersurat permohonan bantuan pesawat udara TNI AU. Isi surat tersebut berbunyi atas nama para Kepala Adat Besar Dayak Lundayeh se-dataran tinggi Krayan, dengan ini mengajukan permohonan bantuan pengangkutan penumpang menggunakan pesawat udara (TNI AU) untuk rute Tarakan-Long Bawan (PP).

Permohonan yang diajukan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat adat Dayak Lundayeh di wilayah dataran tinggi Krayan, khususnya bagi masyarakat adat yang ingin merayakan Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama keluarga di dataran tinggi Krayan.

"Mengingat keterbatasan akses transportasi reguler dan biaya yang tinggi, bantuan dari TNI AU sangat kami harapkan. Untuk rincian permohonan Rute Penerbangan Tarakan-Long Bawan (PP), perkiraan jadwal keberangkatan, Minggu ketiga hingga keempat Desember 2025 dan perkiraan jadwal kepulangan Minggu pertama hingga kedua Januari 2026," pungkasnya. (akz/lim)

Editor : Azward Halim