Situasi itu diungkapkan Wakil Kepala Adat Besar Krayan Barat, Dawat Udan kepada Radar Tarakan, Kamis (11/12). Ia menceritakan saat ini terjadi antrean di Bandara Tarakan.
"Antrean anak sekolah dan masyarakat Krayan sekarang di Bandara Tarakan. Mau pulang Natal bersama dengan orang tua di Krayan," ucap Dawat Udan.
Ia mengakui, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap tahun masyarakat yang ingin ke Krayan harus tertahan lantaran sulit tranportasi udara menuju daerah penghasil beras adan ini. "Kondisi ini bukan tahun ini saja setiap tahun seperti ini pemerintahan sepertinya bingung ambil tindakan, untuk membantu kesulitan masyarakat. Termasuk orang Krayan untuk transportasi ke Krayan," ungkapnya.
Ia mempertanyakan, upaya pemerintah untuk menambah armada dari sejumlah maskapai yang ada untuk melayani masyarakat Krayan. Sebab, jika tidak masyarakat harus antre hingga waktu yang belum diketahui. "Kita sebenarnya malu antrean itulah aturan agen apakah tidak ada yang agak layak biasanya seperti armada lain. Jadi tidak harus menghabiskan waktu antrean sampai marah marah," tanyanya.
Sejauh ini, lanjutnya Lembaga Adat Besar Dayak Lundayeh Krayan Barat telah bersurat permohonan bantuan pesawat udara TNI AU. Isi surat tersebut berbunyi atas nama para Kepala Adat Besar Dayak Lundayeh se-dataran tinggi Krayan, dengan ini mengajukan permohonan bantuan pengangkutan penumpang menggunakan pesawat udara (TNI AU) untuk rute Tarakan-Long Bawan (PP).
Permohonan yang diajukan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan transportasi masyarakat adat Dayak Lundayeh di wilayah dataran tinggi Krayan, khususnya bagi masyarakat adat yang ingin merayakan Hari Raya Natal Tahun 2025 dan Tahun Baru 2026 bersama keluarga di dataran tinggi Krayan.
"Mengingat keterbatasan akses transportasi reguler dan biaya yang tinggi, bantuan dari TNI AU sangat kami harapkan. Untuk rincian permohonan Rute Penerbangan Tarakan-Long Bawan (PP), perkiraan jadwal keberangkatan, Minggu ketiga hingga keempat Desember 2025 dan perkiraan jadwal kepulangan Minggu pertama hingga kedua Januari 2026," pungkasnya. (akz/lim)
Editor : Azward Halim