NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menilai kesiapan teknis SPPG Bukit Arung Sejahtera dalam mengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah penting untuk mencegah risiko keamanan pangan bagi ribuan anak sekolah.
Saat SPPG Bukit Arung mengadakan pembekalan internal untuk calon pengelola dapur MBG, Jumat (5/12) disoroti pemerintah karena dilakukan sebelum dapur operasional dibuka.
Plt. Sekda Nunukan, Raden Iwan Kurniawan mengatakan, pembekalan tersebut sebagai bentuk kedisiplinan mitra dalam menyiapkan dapur yang layak. Dirinya pun mengingatkan bahwa pengolahan makanan untuk anak sekolah memiliki standar ketat.
“Pengelolaan makanan bukan pekerjaan sederhana. Ada proses higienis dan ukuran gizi yang harus dipenuhi agar tidak terjadi kasus seperti keracunan sebelumnya,” tegas Iwan kepada wartawan.
Pemerintah meminta seluruh SPPG, termasuk sembilan yang sudah beroperasi di Nunukan menyusun kesiapan serupa, mulai dari SDM, peralatan, hingga pengecekan kelayakan dapur.
Koordinasi wajib dilakukan dengan Dinas Kesehatan untuk standar keamanan pangan dan Dinas Pendidikan terkait cakupan penerima MBG.
Iwan menilai pembekalan SPPG Bukit Arung, dapat menjadi pola bagi mitra lainnya, terutama untuk menghindari risiko kontaminasi makanan dan menjaga kualitas gizi.
“Semakin matang persiapan dapur, semakin aman makanan yang diterima anak-anak,” tutup Iwan. (raw)
Editor : Azwar Halim