NUNUKAN - Sebanyak sembilan pelajar dari salah satu SMP di Nunukan diamankan pihak sekolah setelah menunjukkan gejala muntah dan pusing yang diduga kuat akibat penggunaan liquid vape mengandung zat terlarang.
Peristiwa tersebut terungkap pada Senin (24/11) kemarin, yang membuat kedelapan pelajar tersebut harus menjalani tes urine guna memastikan ada tidaknya kandungan zat narkotika dalam tubuh mereka.
Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian menjelaskan, bahwa kasus ini terungkap saat guru menemukan beberapa murid dalam kondisi tidak normal saat kegiatan belajar berlangsung pada Senin (24/11). Para siswa kemudian diamankan dan dilakukan penelusuran awal.
“Pegawai BNNK telah mendatangi sekolah melakukan wawancara singkat dengan guru dan murid. Dari proses itu, seorang murid mengakui telah menggunakan liquid vape sebelum mengalami keluhan,” ujar Anton dalam laporan resminya kepada wartawan, Kamis (27/11).
Atas inisiatif guru dan orang tua, delapan pelajar tersebut akhirnya menjalani tes urine untuk memastikan dugaan penyalahgunaan. Hasilnya, ditemukan indikasi positif dua zat, yakni THC dan Benzodiazepine. Meski begitu, tidak ditemukan barang bukti berupa liquid vape saat para pelajar diserahkan ke BNNK.
Anton menilai kasus ini mencerminkan semakin mudahnya produk vape diakses pelajar, termasuk kemungkinan penggunaan liquid dengan kandungan narkotika sintetis yang sulit dikenali.
“Modus-modus baru seperti ini membuat pengawasan semakin menantang. Produk vape ini bentuknya umum, tapi bisa dimodifikasi dengan zat berbahaya yang efeknya sangat kuat,” ungkap Anton.
BNNK Nunukan pun menempatkan para pelajar tersebut sebagai korban penyalahgunaan. Mereka kini menjalani asesmen medis dan psikologis untuk menentukan penanganan lanjutan. Rehabilitasi baik rawat jalan maupun rawat inap, menjadi langkah utama sebelum mereka kembali fokus pada pendidikan.
“Para pelajar telah dikembalikan ke orang tuanya untuk menjalani pembinaan, namun mereka wajib lapor secara berkala ke BNNK Nunukan,” kata Anton.
BNNK Nunukan kembali mengingatkan bahwa pengawasan lingkungan terdekat menjadi kunci pencegahan, terutama karena peredaran narkotika kini kian menyasar kelompok usia muda.
“Sekecil apa pun tanda-tandanya, lebih baik dilaporkan lebih awal agar dapat ditangani,” tegas Anton. (raw/lim)
Editor : Azwar Halim