Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Begini Permintaan Anggota DPRD Sebatik Terkait Penanganan Banjir

Riko Aditya • Rabu, 12 November 2025 | 13:21 WIB
DOKUMENTASI ANDRE BANJIR SEBATIK: Hampir sebagian besar kecamatan di Sebatik terendam banjir
DOKUMENTASI ANDRE BANJIR SEBATIK: Hampir sebagian besar kecamatan di Sebatik terendam banjir

NUNUKAN – Persoalan banjir yang disebut sudah sering terjadi di Sebatik menjadi sorotan tajam anggota DPRD Nunukan Dapil Sebatik, Andre Pratama.

Dirinya menyoroti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sebatik dalam dua pekan terakhir.

Andre menilai, persoalan banjir yang terus berulang membutuhkan penanganan serius melalui rencana induk (master plan) terpadu yang melibatkan berbagai instansi lintas sektor.

Banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Pulau Sebatik, seperti Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Timur, Sebatik Utara, hingga wilayah perbatasan, telah mengganggu aktivitas masyarakat.

Sejumlah desa, termasuk Desa Binalawan, mengalami genangan cukup parah yang menyebabkan sawah dan bibit tanaman petani gagal tumbuh akibat tergenang air selama berhari-hari.

Menurut Andre, tingginya curah hujan yang disertai air pasang laut menjadi penyebab utama banjir.

“Ketika air sungai ingin mengalir ke laut, tetapi air laut sedang pasang, maka air tertahan dan meluap ke permukiman warga,” ujar Andre ketika diwawancarai, Rabu (13/11).

Dirinya menambahkan, fenomena ini diperparah oleh sistem saluran pembuangan yang belum terintegrasi antara pemerintah daerah, Balai Jalan Nasional, dan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Andre menilai, kondisi ini menandakan perlunya koordinasi lintas instansi agar pembangunan infrastruktur tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Pekerjaan di jalan poros itu tanggung jawab Balai Jalan Nasional, sementara saluran air menuju laut ditangani BWS. Jadi perlu duduk bersama agar perencanaan dan pembangunannya terhubung dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Andre juga mendorong agar pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyusun master plan penanganan banjir Sebatik yang komprehensif.

Dalam rencana tersebut, perlu dibuat sistem kanal atau saluran dengan pintu klep agar air hujan bisa dibuang ke laut saat pasang, namun air laut tidak kembali ke daratan.

Dia juga mengingatkan bahwa tanpa penanganan terpadu, dalam tiga tahun ke depan potensi banjir bisa semakin meluas dan berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kalau tidak ditangani serius, banjir akan makin parah. Kita perlu memikirkan pembangunan saluran serapan air atau pompa pembuangan seperti di kota besar,” tambahnya.

Menurutnya, pembangunan di daerah pesisir seperti Sebatik harus memperhitungkan faktor geoteknis seperti penurunan tanah dan kenaikan muka air laut.

Untuk itu, ia meminta pemerintah tidak hanya fokus pada proyek fisik jangka pendek, tetapi menyiapkan strategi jangka panjang berbasis kajian ilmiah agar bencana banjir dapat diminimalkan.

“Rencana induk ini penting agar pembangunan jalan, drainase, dan tanggul bisa saling terhubung. Jangan lagi kerja parsial antarinstansi, karena banjir ini persoalan lintas wilayah dan harus diselesaikan bersama,” pungkas Andre. (raw)

Editor : Azwar Halim
#anggota dprd #kaltara #nunukan #sebatik