Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Banjir Sebatik Lumpuhkan Ekonomi, Pelayanan Publik Terhenti, dan Sekolah Diliburkan

Riko Aditya • Rabu, 12 November 2025 | 13:21 WIB
BANJIR TERPARAH: Hampir sebagian pemukiman warga di Sebatik Timur terendam banjir dan menghambat aktivitas warga FOTO:DOK CAMAT SEBATIK TIMUR   
BANJIR TERPARAH: Hampir sebagian pemukiman warga di Sebatik Timur terendam banjir dan menghambat aktivitas warga FOTO:DOK CAMAT SEBATIK TIMUR  

NUNUKAN - Hujan deras yang mengguyur Pulau Sebatik sejak Selasa malam menyebabkan banjir besar yang melumpuhkan aktivitas masyarakat di sedikitnya lima kecamatan.

Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Sebatik Timur dan Sebatik Tengah, di mana genangan air menutup akses jalan, merendam fasilitas umum, serta mengganggu roda perekonomian masyarakat setempat.

Camat Sebatik Timur, H. Andi Joni, mengungkapkan bahwa hujan yang turun dengan intensitas tinggi sejak malam hari telah mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga.

“Banjir kali ini cukup parah karena hampir seluruh wilayah terdampak. Aktivitas ekonomi lumpuh total, toko-toko tutup, dan pelayanan publik seperti puskesmas serta kantor desa ikut terendam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (12/11).

Menurutnya, selain sektor ekonomi, dunia pendidikan juga ikut terdampak serius. Sejumlah sekolah dasar hingga pondok pesantren tidak dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena ruang kelas terendam air.

“Ya, ada beberapa sekolah dan satu pesantren yang tidak bisa beroperasi hari ini. Siswa sementara kami liburkan sambil menunggu kondisi membaik,” tambahnya.

Andi Joni menjelaskan, evakuasi sementara dilakukan secara mandiri oleh warga dengan dukungan pemerintah desa dan aparat kecamatan. Namun, keterbatasan peralatan dan fasilitas kesehatan menjadi kendala di lapangan.

“Fasilitas kesehatan hanya satu, yaitu puskesmas di Sungai Nyamuk, dan itu pun ikut terdampak. Kami berupaya agar layanan darurat tetap bisa berjalan,” katanya.

Dirinya menambahkan, tingginya curah hujan yang disertai pasang air laut menjadi penyebab utama banjir. Kondisi drainase yang belum optimal juga memperparah genangan di beberapa titik.

“Air hujan meluap karena tidak tertampung di saluran yang ada, sementara air laut juga sedang pasang sehingga tidak bisa mengalir keluar,” jelasnya.

Sementara itu, Kasubid Informasi pada BPBD Nunukan, Basir, dalam laporannya menyebutkan bahwa banjir mulai terjadi sejak Rabu (12/11) pukul 05.11 WITA.

Hujan deras yang turun sejak pukul 03.25 WITA menyebabkan air cepat naik dan menggenangi sejumlah wilayah pemukiman di Kecamatan Sebatik Timur dan Sebatik Tengah.

“Data sementara hingga pukul 12.00 WITA, tadi tercatat sedikitnya 20 rumah warga terendam, satu kantor desa, satu sarana ibadah, lima sekolah, satu puskesmas, dan satu pondok pesantren terdampak banjir,” ungkap Basir kepada wartawan.

Pihaknya bersama tim kecamatan dan pemerintah desa langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan membantu warga yang terdampak.

Menurut Basir, BPBD Nunukan telah mengerahkan personel guna memantau kondisi di lapangan dan mendata dampak kerusakan.

Beberapa peralatan evakuasi seperti perahu karet dan kendaraan dinas diturunkan untuk membantu warga mengamankan barang-barang berharga dari rumah yang tergenang.

Namun demikian, keterbatasan jumlah mesin pompa air menjadi kendala utama dalam proses penanganan.

“Kebutuhan mendesak di lapangan saat ini adalah pompanisasi rumah-rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menambah peralatan,” jelas Basir dalam laporannya.

Pihak BPBD juga menyiapkan langkah lanjutan berupa pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan air pasang, serta menghitung jumlah kerugian dan rumah yang terdampak.

Tim teknis dari BPBD bersama aparat kecamatan akan melanjutkan kegiatan pompanisasi dan penyaluran bantuan darurat jika diperlukan.

Pemerintah Kecamatan Sebatik Timur mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan memperhatikan arus listrik di sekitar rumah.

"Ya, kami minta warga tidak panik, tetap waspada, dan segera melapor bila ada kondisi darurat. Pemerintah bersama BPBD terus bekerja untuk menanggulangi dampak banjir ini,” ujar Andi Joni.

Banjir kali ini juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nunukan yang tengah mengupayakan rencana penanganan jangka panjang untuk kawasan pesisir Sebatik.

Program perbaikan drainase, pembangunan tanggul, dan sistem pompa air permanen tengah dipertimbangkan untuk mengantisipasi banjir serupa di masa depan. (raw)

Editor : Azwar Halim
#pelayanan publik #sekolah diliburkan #kaltara #banjir #nunukan #Lumpuhkan Ekonomi #sebatik