Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Plafon Sekolah SMPN 1 Lumbis Ambruk Mengenai Pelajar

Riko Aditya • Senin, 10 November 2025 | 14:49 WIB
PLAFON AMBRUK: Ketika proses belajar mengajar dilaksanakan, plafon salah satu kelas di SMPN 1 Lumbis ambruk FOTO:DOKUMENTASI SMPN LUMBIS   
PLAFON AMBRUK: Ketika proses belajar mengajar dilaksanakan, plafon salah satu kelas di SMPN 1 Lumbis ambruk FOTO:DOKUMENTASI SMPN LUMBIS  

NUNUKAN – Insiden ambruknya plafon ruang kelas di SMP Negeri 1 Lumbis pada Sabtu (8/11) menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keamanan bangunan sekolah.

Meski tidak menimbulkan korban serius, namun kejadian tersebut seharusnya menjadi peringatan akan pentingnya pemeliharaan infrastruktur pendidikan.

Kepala Sekolah SMPN 1 Lumbis, M. Idris, menjelaskan bahwa plafon yang roboh berada di ruang kelas IX C saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Saat kejadian, siswa sedang mengikuti pelajaran tematik yang berkaitan dengan kegiatan kurikuler.

“Untungnya tidak ada luka berat. Namun beberapa siswa sempat kami bawa ke puskesmas untuk memastikan kondisi mereka baik-baik saja,” ujar Idris ketika dikonfirmasi, Senin (10/11)..

Menurut Idris, suara keras terdengar saat plafon berbahan gipsum dengan rangka baja ringan tiba-tiba runtuh sebagian. Sebagian siswa mengalami syok, sementara satu siswa dilaporkan mengalami keseleo ringan akibat tergelincir ketika mencoba menyelamatkan diri. 

Dirinya bersyukur kipas angin yang terpasang di langit-langit turut menahan material plafon sehingga tidak langsung menimpa seluruh siswa.

Semetara kejadian kerusakan plafon di sekolahnya bukan kali pertama. Sebelumnya, bagian teras juga sempat ambruk pada malam hari di luar jam sekolah. Dirinya menduga penyebabnya adalah kebocoran atap yang membuat struktur plafon melemah.

“Bangunan ini direhabilitasi pada tahun 2022. Baru tiga tahun berjalan, tapi sudah ada tanda-tanda kerusakan. Saya khawatir kalau tidak segera diperbaiki bisa membahayakan siswa lagi,” kata Idris

Pihak sekolah pun, telah melaporkan kerusakan ini secara lisan dan tertulis kepada Dinas Pendidikan, UPTD, hingga Wakil Bupati Nunukan. Diris juga telah diminta untuk melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi ruang kelas lainnya.

“Saya diminta memastikan tidak ada lagi ruang yang berpotensi roboh. Beberapa ruang lain juga kondisinya mirip, jadi kami terus waspada,” tambahnya.

Selain soal keamanan bangunan, Idris juga menyinggung tantangan sarana prasarana yang dihadapi sekolahnya.

Dirinya menyebutkan SMPN 1 Lumbis baru-baru ini beralih dari sistem belajar lima hari menjadi enam hari sekolah atas permintaan orang tua. Namun, perubahan itu tidak diikuti dengan peningkatan fasilitas.

“Sarana untuk kegiatan full day tidak memadai, guru juga kelelahan. Padahal kami kembali ke enam hari agar lebih efektif,” beber Idris. 

Menanggapi insiden tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, H. Ambo Tuo, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan akan menindaklanjuti melalui perencanaan anggaran tahun 2026.

Menurutnya, kerusakan plafon bukan hanya terjadi di SMPN 1 Lumbis, melainkan juga di beberapa sekolah lain di wilayah Nunukan dan Sebatik yang menggunakan bahan serupa.

“Masalahnya terletak pada material bangunan dan pemasangan rangka baja ringan yang kurang kuat. Beberapa baut tidak menggigit sempurna pada rangka begitu, jadi saat ada getaran atau rembesan air, plafon mudah lepas,” jelas Ambo Tuo.

Tuo menegaskan, perbaikan akan diprioritaskan untuk sekolah-sekolah yang kondisinya paling rawan. Dinas juga akan melakukan evaluasi terhadap kontraktor pelaksana pembangunan sebelumnya.

“Ya, kita juga tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Pasti kita utamakan keselamatan siswa karena itu tanggung jawab bersama,” tegasnya. (raw)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #plafon sekolah ambruk Nunukan