Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Randi Putra Asal Nunukan, Prajurit Baru Korps Marinir Yang Ikut Dalam Latihan Gabungan di Paris

Riko Aditya • Rabu, 16 Juli 2025 | 20:16 WIB
DOKUMENTASI RANDI BANGGA: Potret Randi Bin Baharudin (20) pemuda asal Nunukan dari prajurit Korps Marinir di Nunukan yang mengemban tugas di parade Bastille Day di Paris, Prancis.
DOKUMENTASI RANDI BANGGA: Potret Randi Bin Baharudin (20) pemuda asal Nunukan dari prajurit Korps Marinir di Nunukan yang mengemban tugas di parade Bastille Day di Paris, Prancis.

Siapa yang akan sangka, putra daerah asal Nunukan ini, bisa menjadi bagian dari sejarah setelah setelah mendapatkan tugas di parade Bastille Day di Paris, Prancis. Dia adalah Adalah Randi Bin Baharudin (20), sosok pemuda asal Nunukan, salah satu prajurit Korps Marinir di Nunukan.

RIKO ADITYA

RANDI telah bertugas di barisan parade Bastille Day di Paris, Prancis, sejak Minggu (13/7) kemarin. Saat ini, Randi saat ini masih sedang focus bertugas dalam latihan gabungan di Prancis, setelah dia usai menjalankan tugas perdana di Papua.

Pewarta ini akhirnya bertemu orang tua Randi yang bernama Baharudin, warga Nunukan Timur. Ayah Randi sendiri tidak akan menyangka, karir anaknya akan seperti saat ini.

“Ya, dia ikut di parade Bastille Day di Paris, Prancis baru-bari kemarin, kita sebagai orang tua ya pasti bangganya dan terharu, tidak akan pernah menyangka, anak saya bisa menjadi bagian sejarah,” kata Baharudin kepada sejumlah awak media, Rabu (16/7).

Sebagai keluarga yang sederhana, Randi dinilai mengangkat derajat keluarganya, yang kebanyakan hanya buruh kasar.

‘’Kami tidak ada keturunan aparat keamanan atau pejabat, baru Randi satu satunya yang bisa menjadi orang dan itu membuat kami sebagai orang tuanya sangat bangga,’’ tambah Baharudin.

Sebelum Randi menjadi prajurit, khawatir dan takut dihadapi keluarga utamanya Baharuddin saat Randi akhirnya menjalani masa pendidikan Marinir. Namun, itu semua terbayarkan dengan bergabungnya Randi dalam Korps Marinir, yang merupakan salah satu pasukan elit TNI AL.

“Randi itu lolos sebagai TNI AL pada 18 Maret 2025. Kami semua waktu itu sangat terharu, karena Randi tak lulus tes Polisi karena gugur di tes kesehatan waktu itu dia, alasannya mata Randi minus,” ungkap Baharuddin.

Kala itu, ketika Randi tak lulus, dia tidak patah semangat, Randi terus mencari informasi, berselancar di internet dengan sasaran pendaftaran sebagai aparat keamanan. Pada akhirnya dia menemukan link pendaftaran TNI AL.

Dari situ, Baharuddin kemudian membawa Randi ke Surabaya untuk lasik, demi menyembuhkan mata minus Randi. Terbukti, setelah masalah mata terobati, Randi bisa diterima jadi TNI AL.

“Waktu kami tidak karuan, keluarga semua terharu menangis, tapi saya tidak mau Randi sombong, saya berpesan kepada dia untuk tetap selalu rendah hati. Kita yang berasal dari bawah harus sadar diri asal kita,’’ ujar Baharudin lagi.

Mengemban tugas perdana, Randi dikirim dalam penugasan di Papua. Saat itu keluarga kembali diberi rasa haru, menangis juga khawatir karena Randi mendapatkan tugas jauh dari keluarga dan berada di wilayah konflik.

Sebagai seorang prajurit, Randi pun siap ditugaskan dimana saja atas sumpahnya sebagai prajurit.

Namun, baru sebulan di Papua, nama Randi diumumkan menjadi salah satu prajurit Marinir yang berangkat ke Paris untuk latihan gabungan dan ikut dalam parade Bastille Day 2025. Layaknya sebuah anugerah yang jatuh dari langit, Randi dengan gembira mengabarkan pengumuman dari komandannya kepada orang tuanya.

“Waktu itulah, dia video call kami, memberitahukan untuk prajurit yang tingginya 178 Cm akan ke Prancis. Jadi, kami yang tidak tahu apa apa ini, ya hanya mengatakan mendukung dengan doa,” kata Baharudin.

Baharuddin mengaku, Randi memang selalu menjaga silaturahmi dengan orang tuanya. Menghubungi kedua orang tuanya setiap selesai bertugas, sudah menjadi rutinitas Randi.

Itu menandakan, Randi sangat paham bagaimana orang tuanya berjibaku mencari uang dengan berjualan air bersih ke rumah rumah, demi memberikan masa depan terbaik baginya.

“Jadi kabar dia terpilih ke Prancis juga diterima Randi dari Komandannya saat baring baring selepas dia Solat Isya. Setelah kita diberi tahu, pesan kami orang tuanya, selalu bersyukur dan jangan kecewakan harapan keluarga saja,’’ kata Bahar berharap.

Semenjak di Prancis, Randi disebut kerap menelpon selesai tugas sekitar pukul 5 sore waktu Prancis, atau sekitar pukul 23.00 wita.

Di video call, dengan mata berkaca kaca, Randi menceritakan ia sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada orang tuanya karena bisa menjadi Marinir.

Meski berada di barisan paling belakang dalam Parade Bastille Day, ia tetap saja bangga, terlebih Presiden RI , Prabowo Subianto yang hadir sebagai tamu kehormatan, memberikan hormat kepada barisannya.

“Kita bangga, semoga Randi menjadi tentara yang baik dan memberikan pengabdian terbaiknya untuk negaranya, kami hanya bisa mendoakan,’’ beber Baharudin.

Untuk diketahui, Parade militer saat Bastille Day merupakan acara utama dan prestisius serta menjadi parade tertua dan terbesar di Benua Eropa yang telah diselenggarakan sejak tahun 1880.

Prancis merayakan Bastille Day, pada 14 Juli setiap tahunnya. Salah satu hari yang menandai adanya peristiwa Revolusi Prancis.

Revolusi tersebut, berpengaruh besar dalam mengenalkan prinsip-prinsip universal dan hak asasi manusia (HAM), mengubah sistem pemerintahan Prancis, dari monarki absolut sampai sistem demokrasi republik.

Salah satu acara utama yang ditampilkan dalam Bastille Day adalah parade militer yang diisi dengan perwakilan kontingen dari puluhan Negara, termasuk dari Indonesia.

Parade berlangsung di kawasan Champs Élysées, sebuah kawasan yang terkoneksi langsung dengan Gerbang Kemenangan atau Arc de Triomphe. (*)

Editor : Azwar Halim
#tni al #nunukan #korps marinir #Randi Baharudin #Parade Bastille Day