NUNUKAN - Seorang balita berumur sekitar 2 tahun harus menahan rasa sakit dan terus menangis berteriak, ketika petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sektor Sebatik Barat, mencoba melepas cincin di jari manisnya.
Cincin tersebut, tidak bisa terlepas dari jari balita tersebut. Itu membuat dia tidak nyaman dan balita tersebut seperti merasakan rasa sakit, sebab dia terus menangis memegang jarinya seperti ingin mengeluh kesakitan.
Danton Damkar dan Penyelamatan Sebatik Barat, Basir mengatakan, bayi tersebut bernama Syawal dan datang ke pos Damkar bersama Ibunya Sidhe (33) Selasa (22/4) sore hari.
“Ibunya datang meminta bantuan untuk melepaskan cincin yang sulit dilepas pada jari manis anaknya,” ujar Basir ketika dihubungi, Rabu (23/4).
Basir menerangkan, sebenarnya ibunya sudah mencoba berusaha dengan berbagai cara untuk melepas cincin yang ada di jari anaknya tersebut, termasuk menggunakan sabun, oli bahkan pelicin lainnya, tapi tetap tidak berhasil.
Anaknya juga terus terusan menangis, menahan sakit ketika orang tuanya mencoba membuka cincin tersebut. Akhirnya orang tua inisiatif, datang ke pos damkar meminta pertolongan.
"Jadi personel kami mencoba dan berusaha dengan kehati-hatian melepaskan cincin di jari manis balita tersebut, meskipun di iringi tangis, tapi alhamdulillah pelepasan cincin berhasil dilakukan," kata Basir.
Basir mengaku melepas cincin tersebut dengan alat khusus pemotong cincin, seperti gerinda mini khusus untuk memotong besi. Cincin yang digunakan balita tersebut, merupakan besi putih, atau stainless.
Cincin tersebut, disebutkan telah lama digunakan balita tersebut. Yang menggunakannya adalah tante sang balita.
“Jadi infonya itu tantenya yang memasangkan cincin nya, tapi mungkin dia lupa membukanya lagi, padahal baru beberapa hari juga dipasangkan, tapi sudah ngangkut di jari bayi itu dan memang sudah dilepaskan,” ungkap Basir.
Setelah terlepas, balita berumur 2 tahun tersebut akhirnya perlahan tak menangis lagi. Ibunya juga berterima kasih kepada petugas damkar yang dengan cekatan bisa melepas cincin dari jari anaknya tersebut. (raw)
Editor : Azwar Halim