Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dapat Banyak Strategi dan Formulasi Suksesi Budidaya Rumput Laut

Riko Aditya • Selasa, 5 November 2024 | 19:23 WIB
DOK DPRD NUNUKAN BERDISKUSI: Komisi II DPRD Nunukan juga bertemu Bappebti RI membahasa budidaya rumput laut di Nunukan.
DOK DPRD NUNUKAN BERDISKUSI: Komisi II DPRD Nunukan juga bertemu Bappebti RI membahasa budidaya rumput laut di Nunukan.

NUNUKAN - Upaya meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas rumput laut, Komisi II DPRD Nunukan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti) RI menggelar pertemuan.

Keduanya membahas berbagai strategi pengembangan industri rumput laut, diantaranya seperti pemanfaatan resi gudang sebagai instrumen pembiayaan yang strategis bagi pembudidaya dan pengusaha rumput laut.

Saat itu pertemuan dihadiri Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Andi Fajrul Syam bersama Sekretaris Komisi II, Ramsah. Pertemuan tersebut juga berkaitan dengan tindak lanjut aspirasi pembudidaya rumput laut Nunukan.

Mereka disambut dengan Ketua Tim Koordinasi Pembiayaan Skema Subsidi Resi Gudang dan Pendampingan Kasus, Tomi Setiawan.

Fajrul mengaku, dalam pertemuan Tomi Setiawan menerangkan soal Resi gudang memungkinkan pelaku usaha untuk menjaminkan komoditas yang disimpan di gudang, agar memperoleh akses pembiayaan dari bank atau lembaga keuangan lainnya, tanpa harus menjual komoditas saat harga pasar sedang rendah yang berdampak ke stabilitas harga.

Dalam industri rumput laut, jika menggunakan resi gudang, petani dan pengusaha dapat menyimpan produk rumput laut saat harga kurang menguntungkan dan menjualnya ketika harga kembali naik.

“Menurut bapak Tomi resi gudang itu dapat menjaga kestabilan ekonomi bagi para pelaku usaha rumput laut di Nunukan.” kata Fajrul

Selain peningkatan fasilitas pengelolaan resi gudang, penyimpanan komoditas rumput laut secara optimal pada gudang, untuk Nunukan perlu memenuhi standar kebersihan, keamanan serta pengaturan suhu dan kelembaban yang tepat, untuk tetap mendapatkan kualitas yang baik.

Sementara terkait pemasaran, Fajrul mengaku Tomi menekankan pentingnya pemetaan pasar domestik dan ekspor untuk produk rumput laut Nunukan guna menjangkau pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terutama untuk industri yang memerlukan bahan baku rumput laut seperti kosmetik, makanan, dan farmasi.

Fajrul sendiri mengaku, kerja sama dengan industri pengolahan rumput laut juga akan direncanakan, karena adanya yang berkesinambungan, produk rumput dapat dipasarkan dalam bentuk siap pakai.

“Jika pengelolaan kedepannya seperti ini, sangat bisa dipastikan rumput laut kita di Nunukan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, sehingga nantinya gudang SRG di Nunukan difungsikan sebagai sentra pemasaran komoditas rumput laut.” kata Fajrul.

Di bidang infrastruktur, dukungan untuk akses fasilitas ekspor juga menjadi perhatian utama, apalagi Nunukan perlu meningkatkan infrastruktur pendukung, baik melalui pelabuhan maupun bandara, untuk memudahkan kegiatan ekspor produk rumput laut.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Nunukan, Ramsah disebut menambahkan diskusi persoalan kualitas, dimana standarisasi harga rumput laut tetap stabil sesuai dengan persyaratan pasar ekspor.

“Artinya langkah-langkah peningkatan standar proses pasca panen, penyimpanan dan pengemasan menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan produk dari Nunukan memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pasar global.” tambah Ramsah.

Alhasil pertemuan tersebut diklaim menggugah perhatian Bappebti RI, dimana Tomi Setiawan ingin berkomitmen mendukung kemudahan akses pembiayaan bagi petani dan pengusaha rumput laut.

Selanjutnya Bappebti dan Komisi II DPRD Nunukan merencanakan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman para petani dan pengusaha mengenai pengelolaan keuangan, perencanaan pemasaran, dan strategi bisnis yang efektif untuk pengembangan industri rumput laut.

Sinergi lintas instansi dan sektor swasta menjadi kunci dalam meningkatkan potensi industri rumput laut di Nunukan. Nantinya kolaborasi antara pemerintah daerah, Bappebti, dan sektor swasta diharapkan mencakup penyediaan infrastruktur, peningkatan kualitas gudang, serta dukungan pemasaran produk yang lebih terintegrasi.

Termasuk penguatan rantai pasok dari produksi hingga distribusi juga menjadi fokus kolaborasi. Karena dengan memperkuat rantai pasok, harapannya produk rumput laut dari Nunukan dapat memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar domestik dan internasional.

“Jadi pertemuan banyak menghasilkan berbagai rekomendasi strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah dari komoditas rumput laut di Nunukan, seperti penggunaan resi gudang, pengembangan target pemasaran, serta optimalisasi gudang yang ada menjadi langkah konkret yang akan diimplementasikan untuk mendukung kesejahteraan petani dan pengusaha lokal di Nunukan,” beber Fajrul. (raw)

Editor : Azwar Halim
#rumput laut #kaltara #nunukan #budidaya