Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sempat Hilang, Tiga Pemancing Hanyut ke Malaysia

Azwar Halim • Kamis, 22 Februari 2024 | 10:44 WIB
SEMPAT DICARI: Tiga pemancing yang sebelumnya disebutkan hilang di perairan Sebatik, selamat dan berada di Imigrasi Tawau. FOTO: DOK BPBD NUNUKAN
SEMPAT DICARI: Tiga pemancing yang sebelumnya disebutkan hilang di perairan Sebatik, selamat dan berada di Imigrasi Tawau. FOTO: DOK BPBD NUNUKAN

NUNUKAN - Sempat dinyatakan hilang saat memancing sejak Jumat (16/2) lalu, tiga warga Sebatik akhirnya dinyatakan selamat, setelah diketahui ketiganya berada di Imigrasi di Tawau, Malaysia.

Mereka dikabarkan telah berada di Imigrasi Tawau, Malaysia pada Rabu (21/2). Personel BPBD Nunukan diinformasikan keluarga salah satu korban yang telah mengetahui keadaan suaminya yang sempat dikabarkan hilang tersebut.

Masing-masing identitas ketiga pria yang sempat dinyatakan hilang tersebut yakni, Joni (44), Darwis (28) dan Syair (40). Kasubbid Informasi pada BPBD Nunukan, Basir mengatakan, pada kegiatan operasi pencarian di hari kedua, pihaknya memang melaksanakan koordinasi dengan Kepala Pos Imigrasi Sebatik di Sei Pancang Sebatik Utara, untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan pasti terkait kondisi terkini dari 3 orang yang sempat dinyatakan hilang tersebut.

“Setelah kepala pos mencoba berkoordinasi dengan pihak imigresen Malaysia melalui telepon masih tidak bisa terhubung, akhirnya kami menghubungi Konsulat RI di Tawau untuk mendapatkan info lebih,” ungkap Basir ketika dikonfirmasi, Rabu (21/2).

Pihak KRI di Tawau, awalnya ternyata belum juga menerima laporan terkait kejadian terhadap korban dan posisi saat ini apakah di Imigrasi Tawau. Pada akhirnya personel BPBD datang dan bertemu langsung dengan istri salah satu korban di rumahnya, di Desa Sei Nyamuk. Saat itulah, mereka akhirnya mendapatkan informasi terkini terkait keberadaan dan keadaan ke-3 korban.

“Ya, akhirnya baru kami mendapatkan informasi bahwa semua korban saat ini ada di imigresen Tawau Malaysia untuk investigasi lebih lanjut, terkait kondisi alhamdulillah dalam keadaan selamat,” kata Basir.

Setelah berbincang panjang, istri korban juga telah menyampaikan bahwa akan berangkat ke Tawau untuk mencoba mengurus korban bersama keluarganya yang ada di Tawau, Malaysia.

Pada kesempatan itu, personel juga melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada beberapa nelayan yang ada dan ditemui saat sedang beraktifitas di laut sekitar lokasi ketiga pemancing tersebut, mereka diimbau untuk menjaga keselamatan, melengkapi diri dengan alat keselamatan saat berada dan beraktifitas di laut, meski terlihat kondisi cuaca saat kegiatan di lapangan terpantau cerah dengan angin yang cukup kencang namun dengan gelombang laut yang cukup besar.

Ketiga pemancing tersebut, awalnya diketahui hilang pada Kamis (15/2) lalu. Awalnya terungkap, bahwa Joni bersama dua orang rekannya, meminta izin kepada istri untuk pergi mancing ke pancang putih bagian luar dekat pondasi rumput laut di Desa Tanjung Karang menggunakan speedboat warna putih abu-abu mesin merek Yamaha 40 PK.

Saat itu Joni berpesan kepada istrinya bahwa akan pulang keesokan harinya pada pukul 04.00 Wita. Namun, pada Jumat (16/2) sekitar pukul 04.30 Wita, pada saat istrinya ingin sholat subuh, istrinya mengetahui suaminya belum juga pulang dari memancing, kemudian sang istri pun menghubungi nomor ponselnya yang saat itu sudah tidak aktif.

Setelah itu akhirnya sang istri melaporkan kepada aparat setempat yang diteruskan ke BPBD Nunukan. Pada Rabu (21/2) kemarin, akhirnya diketahui ketiganya sudah berada di Imigrasi Tawau, karena mesin speedboat milik mereka mati, sehingga hanyut sampai ke perairan Malaysia. (raw/lim)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #nunukan #malaysia