Sekretaris Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan, Yance Tambaru menyampaikan selama ini pihaknya aktif mengikuti perkembangan pembangunan PLBN di Nunukan. Dan teranyar, sesuai dengan informasi yang diterima untuk pembangunan PLBN Labang telah rampung.
"Pengerjaan bangunan fisik di PLBN Labang sudah tuntas. Selanjutnya, kita menunggu kapan akan diserahkan ke Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) RI," ucap Yance Tambaru kepada Radar Tarakan, Jumat (3/11).
Dijelaskan, untuk pembangunan PLBN Labang dialokasikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR). Nilainya Rp 210.786.274.000 dengan waktu pelaksanaan 1.010 hari yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero).
"Sedangkan jasa manajemen konstruksinya sendiri itu senilai Rp 4.139.000.000 dengan waktu pelaksanaan yang sama yaitu 1.010 hari. Pelaksananya sendiri dikerjakan PT Elsada Servo Cons dan PT Bintang Perkasa Sejati, KSO," sebutnya.
Lanjutnya, usai pembangunan PLBN dinyatakan rampung. Selanjutnya, kewajiban pengelola bangunan itu nantinya yakni BNPP akan mempersiapkan kelengkapan yang dibutuhkan. Misalnya, meubeler pelayanan PLBN.
Kemudian, pengisian personel dari instansi vertikal dari BNPP akan menunjuk pejabat kepala PLBN Labang. Serta, pemenuhan personel baik dari Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina. "Selanjutnya, merupakan wewenang dari BNPP untuk menyiapkan keperluan pelayanan dan berkoordinasi dengan Imigrasi, Bea Cukai dan Karantina untuk menempatkan personelnya," tambahnya.
Rampungnya PLBN, dinilai akan cepat beroperasi dibandingkan den PLBN Sebatik. Sebab, PLBN Sebatik masih memiliki sejumlah persoalan yang harus diselesaikan di tingkat kementerian.
"Untuk isu perbatasan di Labang sudah clear. Sementara di Sebatik itu jalur pelayaran masih ada sedikit persoalan. Sehingga, meski PLBN Sebatik sudah rampung sejak 2022 lalu. Namun belum juga dioperasikan karena sejumlah persoalan belum disepakati," pungkasnya. (akz/lim) Editor : Azwar Halim